SPPG Yayasan Alif Jadi Sorotan, Wali Murid Keluhkan Buah Busuk di Menu Anak

- Reporter

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hidangan makanan siswa yang disajikan oleh SPPG Yayasan Alif di Kecamatan Batu Putih, Sumenep, terlihat terdapat buah salak yang diduga dalam kondisi busuk.

Foto: Hidangan makanan siswa yang disajikan oleh SPPG Yayasan Alif di Kecamatan Batu Putih, Sumenep, terlihat terdapat buah salak yang diduga dalam kondisi busuk.

ZERO.CO.ID, SUMENEP – Program penyediaan makanan bergizi bagi siswa di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan tajam dari wali murid. Kekecewaan mencuat setelah beredarnya foto hidangan yang diduga tidak layak konsumsi, termasuk buah salak yang terlihat busuk.

Keluhan ini disampaikan oleh salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengungkapkan bahwa kualitas makanan yang diberikan kepada siswa jauh dari harapan program “Bergizi” yang seharusnya menjamin asupan nutrisi anak.

> “Astaghfirullah, beberapa hari lalu menunya sudah sangat tidak layak, sekarang malah buah salaknya busuk. Anak-anak kita kok dikasih buah seperti ini. Jauh sekali bedanya dengan menu dari SPPG lain di wilayah Batu Putih,” ujarnya dengan nada kecewa, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, keluhan terkait kualitas makanan sebenarnya telah berulang kali disampaikan kepada pihak pengelola SPPG Yayasan Alif. Namun hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan yang signifikan.

Ia juga menyoroti porsi makanan yang dinilai minim serta kandungan gizi yang tidak sesuai standar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa tujuan utama program untuk meningkatkan gizi siswa justru tidak tercapai.

“Sudah sering kami sampaikan, tapi tidak pernah digubris. Kami khawatir anak-anak tidak mendapatkan nutrisi yang seharusnya, padahal anggaran dari negara tidak sedikit,” tambahnya.

Situasi ini memicu desakan dari para wali murid agar pihak berwenang segera turun tangan. Mereka meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi operasional SPPG Yayasan Alif di Kecamatan Batu Putih.

Selain itu, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan program juga menjadi perhatian utama. Wali murid berharap adanya evaluasi menyeluruh, bahkan pemberian sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program.

 

“BGN harus segera turun dan memberikan sanksi tegas jika memang ada penyimpangan. Jangan sampai kualitas makanan dikorbankan demi keuntungan sepihak,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG Yayasan Alif belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pengawasan terhadap program makanan bergizi harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan, guna memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas makanan yang sehat dan layak konsumsi.

Berita Terkait

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek
Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:04 WIB

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25 WIB

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:30 WIB

Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page