ZERO.CO.ID, SUMENEP – Program unggulan Pemerintah Pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diproyeksikan untuk meningkatkan kualitas SDM anak bangsa, justru menuai polemik di Kabupaten Sumenep. Salah satu penyedia jasa, SPPG yayasan Alif di Kecamatan Batuputih, kini berada di bawah sorotan tajam setelah diduga menyajikan menu yang jauh dari standar kelayakan dan gizi.
Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menyebut kualitas hidangan yang diberikan kepada siswa sangat memprihatinkan dan berbanding terbalik dengan narasi “bergizi” yang digaungkan pemerintah.
“Astaghfirullah, miris sekali ini Pak Presiden. Menunya sangat tidak layak, malah lebih mirip jatah makan di Rumah Tahanan (RuTan). Jauh sekali bedanya dengan menu dari SPPG lain yang juga ada di wilayah Kecamatan Batuputih,” ungkapnya dengan nada kecewa pada Minggu (05/04/2026).
Ironisnya, aspirasi wali murid terkait minimnya nutrisi dan porsi yang tidak memadai ini diklaim telah berkali-kali disampaikan, namun pengelola SPPG Yayasan Alif dituding menutup telinga.
Kondisi ini memicu gelombang protes dan desakan agar Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi operasional SPPG Alif. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara dalam program ini kini dipertanyakan besar-besaran.
Wali murid mendesak agar BGN tidak hanya sekadar memberikan teguran formal, tetapi berani melakukan pemeriksaan kesesuaian anggaran per porsi dengan realitas menu di lapangan, memutus kontrak jika ditemukan indikasi pemotongan standar menu demi keuntungan sepihak dan memastikan kualitas makanan di seluruh wilayah Kecamatan Batuputih.
Isu kualitas makanan ini seolah menjadi puncak gunung es dari permasalahan di internal Yayasan Alif. Sebelumnya, jagat media sosial sempat dihebohkan dengan kabar pemeriksaan Istri Ketua Yayasan Alif oleh Polsek Batuputih terkait dugaan penganiayaan terhadap relawan SPPG.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala SPPG maupun Ahli Gizi terkait belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilayangkan melalui pesan WhatsApp hingga kini masih belum mendapatkan balasan.
Penulis : Imam
Editor : Andika






