200 Juta Cuma Buat Seragam Paskibraka! Pemkab Sumenep Dituding Jadikan Paskibraka Lahan Bancakan

- Reporter

Selasa, 19 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: 

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyematkan lencana dan memasangkan kendit secara simbolis kepada pemimpin upacara Paskibraka, Ade Rehanza Andika Kurniawan, dalam prosesi pengukuhan di Pendopo Agung Keraton Sumenep

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyematkan lencana dan memasangkan kendit secara simbolis kepada pemimpin upacara Paskibraka, Ade Rehanza Andika Kurniawan, dalam prosesi pengukuhan di Pendopo Agung Keraton Sumenep

SUMENEP, Zero.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) kembali mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025.

Tak tanggung-tanggung, sebesar Rp200.345.280 digelontorkan hanya untuk pengadaan pakaian dan perlengkapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Anggaran tersebut diklaim digunakan untuk pembelian seragam resmi, atribut pelengkap, hingga sepatu parade. Semua kebutuhan disiapkan melalui belanja e-Katalog milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dengan dalih transparansi dan efisiensi.

Namun, besaran anggaran itu memicu sorotan tajam. Salah satu Aktivis Mahasiswa, Ferdy Dwi Hidayat, menilai anggaran serupa hampir selalu muncul setiap tahun dengan nilai yang tidak sedikit.
“Setiap tahun ada anggaran baru untuk pakaian Paskibraka, padahal seragam tahun sebelumnya mestinya masih bisa dipakai atau dimanfaatkan. Pertanyaannya, ke mana perginya perlengkapan tahun lalu? Apakah benar-benar rusak, atau memang ada pola pemborosan yang sengaja dibiarkan?” tegas Ferdy.(19/08/25)

Ia menilai pola penganggaran seperti ini rawan disalahgunakan karena minim pengawasan publik. Besarnya angka yang digelontorkan untuk kebutuhan seremonial dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan prioritas lain, seperti pendidikan, kesehatan, hingga perbaikan fasilitas publik.

“Kami tidak anti peringatan HUT RI, tapi yang harus diingat, anggaran negara adalah uang rakyat. Jangan sampai semangat nasionalisme justru dijadikan alasan untuk menganggarkan pos-pos yang berpotensi jadi bancakan,” tambahnya.

Pihaknya mendesak agar Pemkab Sumenep membuka secara rinci spesifikasi barang, jumlah unit, hingga harga satuan dari setiap perlengkapan yang dibeli. Tanpa itu, transparansi yang selalu digaungkan hanya sebatas jargon.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kesbangpol Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait rincian anggaran fantastis tersebut.

Penulis : Andika

Editor : Adit

Berita Terkait

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek
Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:04 WIB

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:35 WIB

Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:30 WIB

Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page