KKN Posko 7 UIN Madura Wujudkan Inovasi Pendidikan di Pesantren

- Reporter

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Mahasiswa KKN Posko 7 Fakultas Tarbiyah UIN Madura berfoto bersama di IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, usai penutupan program pengabdian masyarakat, Kamis malam (7/8/2025).

Foto : Mahasiswa KKN Posko 7 Fakultas Tarbiyah UIN Madura berfoto bersama di IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, usai penutupan program pengabdian masyarakat, Kamis malam (7/8/2025).

PAMEKASAN, Zero.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 7 Fakultas Tarbiyah UIN Madura menuntaskan program pengabdian masyarakat di IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Kamis malam (7/8/2025).

Program KKN ini berfokus pada penguatan pendidikan berbasis pesantren melalui sejumlah kegiatan unggulan. Di antaranya, Tahfidz al-Qur’an dengan pilar One Day One Ayat yang melatih santri melaksanakan I’lan Tasmi’ al-Qur’an mulai dari 1 hingga 10 juz; pembentukan lingkungan bahasa Arab dan Inggris dengan pilar One Week Three Languageuntuk membudayakan komunikasi dua bahasa di asrama; serta program literasi digital melalui pilar One Paragraph One Activity yang menghasilkan buku digital bertema pelestarian lingkungan berbasis aquaponik.

Penutupan kegiatan dihadiri Kepala Pusat Pengabdian UIN Madura, Direktur IBS PKMKK, para direksi IBS, dosen pembimbing lapangan, Kepala Desa Lancar, perangkat desa, peserta KKN, dan para santri.

Kepala Pusat Pengabdian UIN Madura mengapresiasi capaian mahasiswa KKN Posko 7 yang dinilai sebagai “terobosan baru dalam model pengabdian di pesantren” dan memberi kontribusi strategis bagi pengembangan lembaga pendidikan Islam di Madura.

Direktur IBS PKMKK mengucapkan terima kasih atas dedikasi mahasiswa yang berhasil menguatkan empat dari tujuh pilar IBS. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut.

Pada penutupan, dilakukan serah terima hasil kegiatan, termasuk dokumen program, publikasi digital, dan laporan kegiatan kepada pihak pesantren sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi pelaksanaan program.

Berita Terkait

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?
Tak Tertandingi! Siswa Sumenep Kuasai 3 Smart Competition Tingkat Madura
Polisi Dalami Dugaan Korupsi Dana Tunjangan Profesi Guru di Sumenep
Anggaran P3K Paruh Waktu Sumenep 2026 Disorot, Dear Jatim Ungkap Dugaan Ketimpangan Belasan Miliar
Milad ke-38 Ponpes Darul Ulum Sumber Kuning Digelar Meriah, Perkuat Kebersamaan Alumni dan Masyarakat
Evaluasi Akbar ke-5 Program Pesantren Darul Ulum Sumberkuning Teguhkan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan
PMH Apresiasi Jamsta 2026, Jambore Swasta yang Menghidupkan Semangat Kepramukaan
Bersuara Soal Telur dan Apel Busuk, Wali Murid MBG Diduga Dapat Tekanan dari Pihak Yayasan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Minggu, 19 April 2026 - 10:52 WIB

Tak Tertandingi! Siswa Sumenep Kuasai 3 Smart Competition Tingkat Madura

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Polisi Dalami Dugaan Korupsi Dana Tunjangan Profesi Guru di Sumenep

Senin, 23 Maret 2026 - 15:04 WIB

Anggaran P3K Paruh Waktu Sumenep 2026 Disorot, Dear Jatim Ungkap Dugaan Ketimpangan Belasan Miliar

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:39 WIB

Milad ke-38 Ponpes Darul Ulum Sumber Kuning Digelar Meriah, Perkuat Kebersamaan Alumni dan Masyarakat

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page