KKN Posko 6 UIN Madura Libatkan Pelajar dalam Sosialisasi Produk Unggulan Desa

- Reporter

Minggu, 20 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : KKN Posko 6 UIN Madura

Foto : KKN Posko 6 UIN Madura

PAMEKASAN, Zero.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 6 Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar sosialisasi bertema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui UMKM Keripik Emping Jagung”, Sabtu (20/7), di Balai Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi produk unggulan desa, khususnya keripik emping jagung, kepada generasi muda. Sosialisasi diikuti oleh pelajar tingkat SMA yang mewakili 18 Siswa Per-SMA dari enam dusun di wilayah tersebut.

Koordinator Desa KKN Posko 6, Tri Setyo Andri Maulana, menyampaikan bahwa pelibatan pemuda dalam kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat jejaring sosial sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam mengembangkan potensi lokal.

“Kami mengundang teman-teman pemuda, tujuan utamanya adalah ingin memperkuat silaturahmi, bahwa dengan alternatif ini kami bisa mengenalkan produk keunggulan yang khas dengan desa ini yang patutnya sudah diketahui bahkan justru perlu dikembangkan oleh kaum muda seperti kita,” ungkap Tri.

“Kami mahasiswa KKN sangat berharap jika nanti satu dua dan selebihnya di antara kalian menumbuhkan minatnya untuk mengembangkan ciri dan khas UMKM desa ini, sehingga tetap konsisten untuk merawat dan tumbuh lebih baik,” tambahnya.

Kepala Desa Lancar, Muhammad Khosli, menyebutkan bahwa jagung sebagai bahan utama keripik emping memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas pertanian warga.

“Melihat bahan utamanya dari keripik emping jagung berarti adalah jagung, sedangkan di desa ini mayoritas petani jagung. Tapi biasanya kalau mau dijadikan keripik emping ini harus menggunakan pipit tanam tertentu, prosesnya pun lama,” ujar Khosli.

“Makanya lewat acara ini, adik-adik KKN sudah sangat membantu kita, apalagi pelaku usaha keripik ini. Juga melibatkan anak-anak muda agar tahu dan terus dikembangkan,” sambungnya.

Salah satu peserta, Lailatul Fitriya dari MA Al-Falah Sumber Gayam, menyatakan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan.

“Saya sangat mengapresiasi kepada kakak-kakak KKN, melihat dari persiapan jauh-jauh hari sudah turun lapangan langsung sejak lama. Apalagi di seminar tadi banyak hal yang dapat dipetik oleh kami dan membuka wawasan masyarakat, terutama dalam promosi produk emping yang membuka pengetahuan soal pemasaran dan semacamnya,” tuturnya.

Berita Terkait

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?
Tak Tertandingi! Siswa Sumenep Kuasai 3 Smart Competition Tingkat Madura
Polisi Dalami Dugaan Korupsi Dana Tunjangan Profesi Guru di Sumenep
Anggaran P3K Paruh Waktu Sumenep 2026 Disorot, Dear Jatim Ungkap Dugaan Ketimpangan Belasan Miliar
Milad ke-38 Ponpes Darul Ulum Sumber Kuning Digelar Meriah, Perkuat Kebersamaan Alumni dan Masyarakat
Evaluasi Akbar ke-5 Program Pesantren Darul Ulum Sumberkuning Teguhkan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan
PMH Apresiasi Jamsta 2026, Jambore Swasta yang Menghidupkan Semangat Kepramukaan
Bersuara Soal Telur dan Apel Busuk, Wali Murid MBG Diduga Dapat Tekanan dari Pihak Yayasan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Minggu, 19 April 2026 - 10:52 WIB

Tak Tertandingi! Siswa Sumenep Kuasai 3 Smart Competition Tingkat Madura

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Polisi Dalami Dugaan Korupsi Dana Tunjangan Profesi Guru di Sumenep

Senin, 23 Maret 2026 - 15:04 WIB

Anggaran P3K Paruh Waktu Sumenep 2026 Disorot, Dear Jatim Ungkap Dugaan Ketimpangan Belasan Miliar

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:39 WIB

Milad ke-38 Ponpes Darul Ulum Sumber Kuning Digelar Meriah, Perkuat Kebersamaan Alumni dan Masyarakat

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page