Zero.co.id, Sumenep — Jamsta (Jambore Swasta) hadir sebagai bukti nyata bahwa lembaga swasta mampu mengambil peran strategis dalam menghidupkan Gerakan Pramuka. Tanpa sokongan dana besar sebagaimana jambore pada umumnya, Jamsta tetap berhasil digelar dengan konsep matang, kreatif, dan berkelas, menjadi ruang aktualisasi bagi generasi Pramuka untuk mengasah kreativitas, kedisiplinan, serta inovasi.
Jamsta diselenggarakan oleh Lembaga Bustanul Ulum yang beralamat di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini tercatat sebagai Jambore Swasta pertama di wilayah Madura, sekaligus menjadi terobosan dalam pembinaan karakter pemuda berbasis nilai kebangsaan, kemandirian, dan kebersamaan. Seluruh rangkaian kegiatan mengusung tema besar “Islam dan NKRI adalah Wajah Perjuangan Kami”, yang merepresentasikan semangat religius dan nasionalisme dalam kepramukaan.
Beragam perlombaan disiapkan panitia untuk mengasah keterampilan, kekompakan, dan sportivitas peserta. Salah satu cabang lomba yang menjadi perhatian adalah LKBB Vaformus (Variasi Formasi dan Musik), yang memberikan ruang kebebasan inovasi dan kreativitas bagi peserta. Selain itu, Scout Creative Competition (SCC) turut digelar sebagai ajang pengujian kemampuan public speaking, intelektualitas, serta pemahaman materi kepramukaan.
Tidak hanya itu, Jamsta juga menghadirkan program unggulan yang paling spektakuler, yakni pemilihan Raja dan Ratu FYP. Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan personal branding, kepemimpinan (leadership), serta representasi karakter Pramuka Muda yang inspiratif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ahmad Nasyai, selaku Pembina Pendamping Pramuka Pondok Pesantren Mambaul Hikmah (Scout PMH), menyampaikan bahwa Jamsta merupakan bukti konkret bahwa lembaga swasta tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama dalam penyelenggaraan kegiatan kepramukaan yang berkualitas.
“Jamsta adalah model kolaborasi dan inspirasi bagi lembaga swasta lainnya untuk turut berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem kepramukaan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya Jamsta 2026, Lembaga Bustanul Ulum menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda berkarakter, mandiri, dan berjiwa kebangsaan, sekaligus membuka jalan baru bagi peran strategis lembaga swasta dalam masa depan Gerakan Pramuka Indonesia.






