Anggaran P3K Paruh Waktu Sumenep 2026 Disorot, Dear Jatim Ungkap Dugaan Ketimpangan Belasan Miliar

- Reporter

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Alfi Rizqi Ubbadi Aktivis Dear Jatim

Foto : Alfi Rizqi Ubbadi Aktivis Dear Jatim

Zero.co.id, Sumenep – Tabir gelap menyelimuti tata kelola anggaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Sumenep pada tahun anggaran 2026. Alokasi dana yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan dengan nilai fantastis dinilai berbanding terbalik dengan kondisi para tenaga honorer di lapangan.

Sorotan tajam datang dari aktivis Dear Jatim, Alfi Rizqi Ubbadi, yang mengungkap adanya indikasi ketimpangan anggaran signifikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Berdasarkan dokumen yang dihimpun, total anggaran untuk tiga kategori PPPK Paruh Waktu mencapai lebih dari Rp20,8 miliar.

Adapun rincian anggaran tersebut meliputi:

1. Jabatan Guru: Rp14.425.600.000 (Kode RUP: 42962581)
2. Jabatan Tenaga Teknis: Rp4.391.123.825 (Kode RUP: 42962111)
3. Jabatan Tenaga Kependidikan: Rp1.999.200.000 (Kode RUP: 42962519)

Di sisi lain, Achmad Fauzi Wongsojudo sebelumnya menyampaikan bahwa honor guru PPPK paruh waktu hanya berkisar Rp400 ribu per bulan. Pernyataan tersebut disampaikan usai penyerahan SK di GOR A. Yani, dengan alasan penyesuaian terhadap kemampuan fiskal daerah.

“Gaji tetap mengacu pada kemampuan APBD. Untuk guru sekitar empat ratus ribu, sementara masih seperti itu,” ujarnya.

Namun demikian, Alfi menilai terdapat selisih anggaran yang tidak rasional jika dihitung secara matematis. Ia memaparkan, jika jumlah guru sebanyak 1.086 orang dikalikan honor Rp400 ribu selama 12 bulan, total kebutuhan anggaran hanya sekitar Rp5,2 miliar.

“Pertanyaannya, ke mana sisa dana sekitar Rp9,2 miliar dari pagu guru saja? Belum termasuk anggaran tenaga teknis dan kependidikan yang totalnya mencapai lebih dari Rp6,3 miliar. Ini uang rakyat, bukan dana tanpa pertanggungjawaban,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alfi juga menyoroti penggunaan metode swakelola tipe 1 dalam proyek jasa pegawai tersebut. Menurutnya, skema ini rawan disalahgunakan apabila tidak disertai transparansi yang memadai.

“Jangan sampai ada eksploitasi terhadap tenaga pendidik. Beban kerja dan status PPPK diberikan, namun gaji yang diterima sangat rendah. Kami menduga ada ‘pos siluman’ dalam skema swakelola ini yang menyerap anggaran jauh lebih besar dari gaji riil pegawai,” tambahnya.

Dear Jatim secara resmi mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep untuk membuka secara transparan rincian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) kepada publik. Selain itu, mereka juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan untuk segera melakukan audit investigatif terhadap paket swakelola di dinas tersebut.

“Jika pemerintah daerah mengaku fiskal rendah, mengapa pagu anggaran justru sangat tinggi? Ada indikasi ketidakjujuran kepada publik, dan kami tidak akan berhenti sampai sisa anggaran belasan miliar itu dijelaskan secara terang,” pungkas Alfi.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Berita Terkait

Dandim 0826/Pamekasan Resmi Mulai Program TMMD ke-130, Warga Jarin Sumringah
Dituduh Curi Uang, Santri di Pamekasan Diduga Dikeroyok hingga Alami Cedera Serius
Tak Sekadar Menang, Siswa SMPS Darul Ulum Sumber Kuning Buktikan Daya Saing Lewat Cat
Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Garuda Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Empat Bulan Abaikan Kritik GEMPA, Infrastruktur UIN Madura Dibiarkan Rusak dan Tak Layak
Mulai Besok! Warga Pamekasan Kategori Ini Bisa Berobat Gratis Cukup Bawa KTP
September Hitam di Pamekasan, Ruang Publik Jadi Panggung Ingatan Mahasiswa
Indonesia Ditahan Malaysia 0-0, Garuda Kesulitan Bermain dengan 10 Orang

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Dandim 0826/Pamekasan Resmi Mulai Program TMMD ke-130, Warga Jarin Sumringah

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Dituduh Curi Uang, Santri di Pamekasan Diduga Dikeroyok hingga Alami Cedera Serius

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:54 WIB

Tak Sekadar Menang, Siswa SMPS Darul Ulum Sumber Kuning Buktikan Daya Saing Lewat Cat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Empat Bulan Abaikan Kritik GEMPA, Infrastruktur UIN Madura Dibiarkan Rusak dan Tak Layak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Mulai Besok! Warga Pamekasan Kategori Ini Bisa Berobat Gratis Cukup Bawa KTP

Berita Terbaru

foto: Pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Sejumlah anggota Wantimpres mengikuti prosesi pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah

Rocky Gerung di Wantimpres, Soroti Arah Kebijakan Pemerintah

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:57 WIB