Peredaran Rokok Ilegal Nexus Marak di Pamekasan, Diduga Libatkan Oknum DPRD 

- Reporter

Sabtu, 10 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Peredaran rokok ilegal merek Nexus di Kabupaten Pamekasan kian masif dan sistematis, Sabtu (10/5).

Dugaan keterlibatan aktor politik lokal pun mencuat, salah satunya adalah seorang oknum anggota DPRD aktif dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Pamekasan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Desa Palengaan Laok selama tiga periode.

Hasil investigasi TimesIN mengungkap bahwa eks kepala desa tersebut diduga kuat berada di balik distribusi besar-besaran rokok tanpa cukai tersebut.

Bahkan, struktur bisnisnya disebut melibatkan anggota keluarga dekat, termasuk anak dan menantu, yang berperan dalam proses produksi dan distribusi rokok bodong bermerek Nexus.

“Masyarakat sekitar sudah tahu kok, kalau rokok tersebut milik dia, jadi tidak heran, karena dia punya power juga,” ujar F, warga sekitar kepada TimesIN, Jumat, 9 Mei 2025.

Merek Nexus disebut telah beredar luas, tidak hanya di Pamekasan, tapi juga menjangkau kabupaten lain di Madura, bahkan menyeberang ke wilayah antarprovinsi.

Namun ironisnya, penindakan dari aparat berwenang, khususnya Bea Cukai Madura, dinilai belum menyentuh akar permasalahan.

Sejauh ini, upaya penindakan masih terbatas pada pengemudi kendaraan pengangkut, pengecer, dan toko kelontong yang kedapatan menjual produk ilegal tersebut.

Gudang penyimpanan atau lokasi produksi skala besar belum pernah tersentuh oleh hukum.

Ketika dikonfirmasi, pihak Humas Bea Cukai Madura enggan memberikan keterangan resmi terkait peredaran rokok Nexus yang semakin meluas dan seolah aman dari pengawasan.

Situasi ini memunculkan kecurigaan publik akan adanya pembiaran atau bahkan dugaan keterlibatan oknum tertentu di balik lemahnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap rokok ilegal yang merugikan negara tersebut.

Berita Terkait

Tanamkan Nilai Saling Menghargai, GPPD Payudan Daleman Inisiasi Seminar Anti-Bullying untuk Siswa SMP
Truk Ekskavator Hantam Gapura Desa Batuan Barat, Diduga Menuju Tempat Galian C
Tas Kresek Hitam Diduga Mengalir dari Tersangka BSPS ke Oknum DPRD Sumenep, Kenapa Status Hukumnya Masih Aman?
Ramadan Penuh Makna, JMP Turun ke Jalan Berbagi untuk Tukang Becak dan Ojol
Audiensi DEMA UIN Madura: Soroti Minimnya Transparansi dan Ketidakpastian Kebijakan Kampus
Kepala DKPP Sumenep Tancap Gas Perkuat Sinergi di Kementan Pertanian RI
Dugaan Korupsi BSPS Meledak, Sekretaris Salah Satu Parpol di Sumenep Dikabarkan Aman Karena ‘Pembeking’
Serda Moh. Syafii Dampingi Warganya Bersihan Gulma Untuk Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:11 WIB

Tanamkan Nilai Saling Menghargai, GPPD Payudan Daleman Inisiasi Seminar Anti-Bullying untuk Siswa SMP

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:21 WIB

Truk Ekskavator Hantam Gapura Desa Batuan Barat, Diduga Menuju Tempat Galian C

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:27 WIB

Tas Kresek Hitam Diduga Mengalir dari Tersangka BSPS ke Oknum DPRD Sumenep, Kenapa Status Hukumnya Masih Aman?

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:12 WIB

Ramadan Penuh Makna, JMP Turun ke Jalan Berbagi untuk Tukang Becak dan Ojol

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:17 WIB

Audiensi DEMA UIN Madura: Soroti Minimnya Transparansi dan Ketidakpastian Kebijakan Kampus

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page