
Zero.co.id, Mojokerto — Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) memperingati puncak Milad ke-26 dengan mengangkat tema “Kilas Balik”, Sabtu (02/14). Acara tersebut berlangsung penuh khidmat dan dihadiri oleh Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, para demisioner, serta kader FKMSB dari berbagai wilayah di Indonesia.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FKMSB, Nurisul Anwar, menjelaskan bahwa tema “Kilas Balik” dipilih sebagai bentuk refleksi atas perjalanan organisasi, khususnya selama masa kepemimpinannya. Ia mengakui masih terdapat berbagai hal yang perlu dibenahi demi kemajuan FKMSB ke depan.
“Selama saya menjabat, masih banyak yang harus direkonstruksi dan diperbaiki di tubuh FKMSB,” ungkapnya.
Nurisul juga menyampaikan bahwa dirinya telah menjalin silaturahmi dengan hampir seluruh pendiri FKMSB. Dari pertemuan tersebut, ia menangkap pesan kuat tentang pentingnya totalitas pengabdian kader terhadap organisasi. Menurutnya, semangat pengabdian generasi saat ini masih perlu ditingkatkan agar sebanding dengan dedikasi para mu’assis.
“Kita masih jauh dalam hal pengabdian dibandingkan para pendiri FKMSB,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Hj. Zainuddin Syarif, M.Ag., salah satu mu’assis FKMSB sekaligus Ketua Umum PERADABAN (Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar), menegaskan bahwa secara administratif FKMSB lebih dahulu berdiri dibandingkan PERADABAN. Namun, ia menilai FKMSB perlu bersinergi dalam wadah yang lebih besar mengingat cakupan PERADABAN yang lebih luas.
“Secara administratif, FKMSB lebih dulu lahir daripada PERADABAN,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan budaya pesantren dalam setiap aktivitas organisasi. Menurutnya, kader FKMSB harus mampu mengakomodasi nilai-nilai kepesantrenan sebagai fondasi utama gerakan.
Selain memperkuat budaya pesantren, para kader juga diharapkan terus menjalin silaturahmi dengan para alumni serta membangun kekuatan kolektif demi keberlangsungan pengabdian yang tulus dan berkelanjutan.
Sementara itu, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Raden Yusuf Amin Zaini, menekankan agar kader FKMSB tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pesantren dan karakter kesantrian. Ia mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama dalam berorganisasi dan berkhidmat.
Peringatan Milad ke-26 FKMSB ini pun menjadi momentum refleksi bersama sekaligus penguatan komitmen kader untuk terus melanjutkan perjuangan organisasi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pesantren dan semangat pengabdian.
Penulis : Moh Juhri, Kader DPW FKMSB Pamekasan
Editor : Ach. subairi






