Anggaran Bappeda Sumenep Rp11,4 Miliar Disorot, Aroma Korupsi Menguat di Balik Rapat dan Koordinasi

- Reporter

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto

Foto : Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto

ZERO.CO.ID, SUMENEP – Besarnya anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep yang mencapai Rp11.456.743.299 memunculkan dugaan adanya potensi penyimpangan dan pemborosan anggaran negara. Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah pihak menilai struktur belanja Bappeda lebih didominasi kegiatan administratif dan koordinatif ketimbang program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pegiat hukum dan pemerhati tata kelola anggaran di Sumenep, Alfi Rizky, S.H., menilai pola belanja tersebut mengarah pada indikasi korupsi terselubung melalui pengulangan kegiatan dan pembengkakan anggaran.

“Ketika anggaran ratusan juta hingga miliaran rupiah habis untuk koordinasi, asistensi, monitoring, evaluasi, dan rapat-rapat yang substansinya berulang, maka patut diduga ada praktik pemborosan bahkan potensi korupsi anggaran,” ujar Alfi, Rabu (17/12/2025).

Ia menyoroti sejumlah kegiatan bernilai besar yang dinilai minim kejelasan output, di antaranya:

  • Monitoring, Evaluasi, dan Penyusunan Laporan Berkala Pelaksanaan Pembangunan Daerah sebesar Rp661.614.000

  • Koordinasi Penyusunan dan Penetapan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah sebesar Rp417.619.800

“Anggaran sebesar itu seharusnya menghasilkan dampak nyata terhadap kualitas pembangunan. Jika hasilnya hanya berupa dokumen dan laporan rutin, publik wajar curiga ada penyimpangan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Alfi juga menilai belanja administrasi dan penunjang kantor terkesan tidak rasional dan berpotensi menjadi ladang penyalahgunaan anggaran, seperti:

  • Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan Rp357.580.000

  • Penyelenggaraan rapat koordinasi dan konsultasi Rp362.640.000

  • Penyediaan bahan logistik kantor Rp437.116.506

  • Pengadaan peralatan dan mesin lainnya Rp651.152.553

“Jika ditotal, belanja-belanja penunjang ini jumlahnya sangat besar. Pertanyaannya, apakah benar seluruhnya digunakan secara efektif dan sesuai kebutuhan? Atau justru menjadi ruang abu-abu praktik mark up dan pengondisian pihak ketiga?” ungkap Alfi.

Ia menegaskan bahwa dugaan ini harus ditindaklanjuti dengan audit menyeluruh, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban anggaran.

Menurut Alfi, keterbukaan anggaran menjadi kunci utama mencegah praktik korupsi di sektor perencanaan.

“Transparansi tidak boleh setengah-setengah. Harus dibuka rincian kegiatan, kontrak, vendor, hingga hasil konkret di lapangan. Jika tidak, dugaan korupsi akan terus menguat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, namun belum mendapatkan keterangan resmi. Media ini tetap membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Berita Terkait

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek
Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Pelapor Kasus Penipuan Jual Beli Mobil di Pamekasan Desak Kapolres Segera Tangkap Pelaku

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:04 WIB

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25 WIB

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:30 WIB

Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page