Kepala DKPP Sumenep Tancap Gas Perkuat Sinergi di Kementan Pertanian RI

- Reporter

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman usai mengikuti Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026 di Gedung Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman usai mengikuti Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026 di Gedung Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Zero.co.id, Sumenep – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menghadiri langsung Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Kegiatan Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026 di Gedung Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Selasa (24/2/2026).

Forum strategis tersebut menjadi panggung konsolidasi besar antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan seluruh program pertanian 2026 berjalan selaras, terukur, dan berdampak nyata bagi petani.

Chainur menegaskan, percepatan pembangunan pertanian bukan semata persoalan anggaran, tetapi menyangkut kesiapan data yang presisi, infrastruktur yang memadai, sumber daya manusia yang kompeten, serta pemanfaatan teknologi modern yang adaptif terhadap karakteristik lokal.

“Koordinasi ini sangat krusial agar program pusat benar-benar selaras dengan kebutuhan dan potensi daerah, termasuk Kabupaten Sumenep yang memiliki sektor pertanian strategis,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah agenda prioritas dibahas sebagai langkah konkret menuju swasembada dan penguatan ketahanan pangan nasional:

1. Penguatan sinergi pusat-daerah melalui optimalisasi peran penyuluh pertanian di desa dan kecamatan, agar program dan inovasi langsung menyentuh petani.

2. Optimalisasi sarana dan prasarana pertanian, mulai dari jaringan irigasi, alat mesin pertanian (alsintan), hingga gudang penyimpanan untuk menjaga kualitas hasil panen.

3. Pemaksimalan lahan produktif, guna meningkatkan volume dan kualitas produksi, tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga membuka peluang ekspor.

4. Percepatan hilirisasi perkebunan, khususnya komoditas kelapa, mente, tebu, kopi, dan kakao, agar memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi di pasar nasional maupun global.

Pemerintah pusat juga menekankan pentingnya transformasi pertanian berbasis teknologi, peningkatan produktivitas, serta efisiensi pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut, DKPP Sumenep siap menyusun langkah teknis di tingkat daerah. Pendampingan intensif, penguatan kelembagaan petani, adopsi inovasi teknologi, hingga optimalisasi program prioritas menjadi fokus utama tahun 2026.

Bagi Chainur, momentum ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan titik akselerasi menuju transformasi pertanian yang lebih modern, produktif, dan menyejahterakan.

“Ini bukan hanya program di atas kertas. Ini momentum transformasi pertanian yang nyata. Kami ingin hasilnya langsung dirasakan petani dan masyarakat,” tegasnya.

Dengan komitmen kuat dan kolaborasi solid antara pusat dan daerah, Kabupaten Sumenep menegaskan diri sebagai daerah yang siap menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional—membangun pertanian yang tangguh, bernilai tambah, dan berdaya saing tinggi di tahun 2026 dan seterusnya.

Berita Terkait

Tetap Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tembakau Madura, Tegas CEO Bawang Mas Gruop H. Her.
Menteri Koperasi RI Hadiri Puncak Harkopnas ke-79 Jawa Timur, Kabupaten Pamekasan Terpilih Jadi Tuan Rumah
Lagi Enak-enaknya Berduaan dengan Wanita Lain, Suami Digerebek Istri Sah di Kamar Kos Sumenep
Resmi Dibubarkan, Bang Ali: Sudah tidak Ada Lagi Nama Bani Insan Peduli
Jabatan Strategis di Pamekasan Dibiarkan Kosong, Formatur: Ini Adalah Latihan Drama Monolog yang Dibiayai Negara
Hormati Ketua Griya Lansia Sebagai Guru, Founder BIP Pilih Jalur Silaturahmi Tanggapi Miskomunikasi
Polisi Kembali Geledah Ruko di Cipete, Pengusutan Tiga Kasus Korupsi Besar Terus Bergulir
YLBH Madura Sentil Bupati Sumenep: Saat Kampanye Datangi Rakyat, Setelah Berkuasa Seolah Tuli

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:51 WIB

Tetap Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tembakau Madura, Tegas CEO Bawang Mas Gruop H. Her.

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:01 WIB

Menteri Koperasi RI Hadiri Puncak Harkopnas ke-79 Jawa Timur, Kabupaten Pamekasan Terpilih Jadi Tuan Rumah

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:04 WIB

Lagi Enak-enaknya Berduaan dengan Wanita Lain, Suami Digerebek Istri Sah di Kamar Kos Sumenep

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:58 WIB

Jabatan Strategis di Pamekasan Dibiarkan Kosong, Formatur: Ini Adalah Latihan Drama Monolog yang Dibiayai Negara

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:50 WIB

Hormati Ketua Griya Lansia Sebagai Guru, Founder BIP Pilih Jalur Silaturahmi Tanggapi Miskomunikasi

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Pendidikan

Urgensi Pendidikan Pesantren

Sabtu, 18 Jul 2026 - 18:10 WIB

You cannot copy content of this page