Dua Tahun Tekor, PT WUS Sumenep Diguncang Dugaan Korupsi

- Reporter

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor PT WUS Sumenep yang menjadi sorotan publik menyusul laporan kerugian berulang dan nihilnya deviden dalam dua tahun terakhir.

Foto: Kantor PT WUS Sumenep yang menjadi sorotan publik menyusul laporan kerugian berulang dan nihilnya deviden dalam dua tahun terakhir.

Zero.co.id, Sumenep – Dugaan tindak pidana korupsi di tubuh PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) kian menguat. Sorotan tajam datang dari kalangan mahasiswa setelah mencuatnya data penyertaan modal dan laporan keuangan yang menunjukkan tren penurunan ekuitas serta nihilnya pembagian deviden pada tahun anggaran terakhir.

Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja (UNIJA) menegaskan, publik berhak mengetahui secara terbuka dan transparan bagaimana pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Pasalnya, mayoritas saham PT WUS—sebesar 75,30 persen—dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep berdasarkan Perda Nomor 04 Tahun 2008.

Berdasarkan laporan keuangan audited, pada Tahun Anggaran 2023 ekuitas tercatat sebesar Rp34,39 miliar dengan deviden Rp946,9 juta. Namun pada Tahun Anggaran 2024, ekuitas kembali turun menjadi Rp33,40 miliar dan tidak ada pembagian deviden (Rp0,00). Dalam dua tahun berturut-turut, perusahaan juga mencatat kerugian: lebih dari Rp877 juta pada 2023 dan lebih dari Rp1,31 miliar pada 2024.

“Kerugian berulang dan nihilnya deviden di tengah besarnya penyertaan modal daerah patut diduga sebagai bentuk kelalaian serius dalam tata kelola. Bahkan berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi apabila ditemukan unsur perbuatan melawan hukum dan kerugian keuangan negara,” tegas Presiden Mahasiswa UNIJA.

Menurutnya, sebagai BUMD yang sahamnya didominasi pemerintah daerah, setiap kerugian yang terjadi berdampak langsung pada keuangan daerah dan pada akhirnya merugikan masyarakat. Karena itu, prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan tidak boleh ditawar.

Mahasiswa juga menyoroti kemungkinan kelalaian pihak-pihak strategis dalam pengambilan kebijakan perusahaan, termasuk peran kepala daerah selaku pemegang kendali kebijakan penyertaan modal dan pembinaan BUMD. Dalam konteks ini, Bupati Sumenep menjadi sorotan publik karena secara struktural memiliki fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap BUMD.

Atas dasar itu, mahasiswa mendesak Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) segera melakukan audit investigatif atau audit khusus terhadap PT Wira Usaha Sumekar. Audit tersebut dinilai penting untuk memastikan ada atau tidaknya kerugian keuangan negara serta menelusuri pertanggungjawaban direksi, komisaris, dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan strategis.

“Audit reguler tidak cukup jika sudah ada indikasi kerugian berulang dan penurunan ekuitas yang signifikan. Audit khusus diperlukan untuk membongkar aspek manajerial, alur penggunaan penyertaan modal, serta kepatuhan terhadap prinsip good corporate governance,” lanjutnya.

Ia menegaskan, apabila dalam proses audit ditemukan unsur perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan daerah, aparat penegak hukum harus segera turun tangan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Ini bukan sekadar soal rugi-laba bisnis. Ini menyangkut uang rakyat. Jika ada penyalahgunaan kewenangan atau persekongkolan yang merugikan daerah, siapapun yang terlibat termasuk pejabat tertinggi daerah harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” pungkasnya.

Mahasiswa UNIJA menyatakan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi di daerah.

Berita Terkait

Tanamkan Nilai Saling Menghargai, GPPD Payudan Daleman Inisiasi Seminar Anti-Bullying untuk Siswa SMP
UI Tegaskan Pria yang Memaki Polisi di Mabes Polri Bukan Mahasiswanya, Kampus Tetap Hormati Hak Demonstrasi
Kasus Dugaan Pemerkosaan Dai Muda di Pamekasan Masuk Tahap Pendalaman Penyidik
PAMDAS Sumenep Tebar Berkah Ramadhan: 325 Anak Yatim Disantuni dalam Gelaran Spektakuler
Inisial MA Disebut Dalam Potongan BAP Tersangka Korupsi BSPS Sumenep
Truk Ekskavator Hantam Gapura Desa Batuan Barat, Diduga Menuju Tempat Galian C
Tas Kresek Hitam Diduga Mengalir dari Tersangka BSPS ke Oknum DPRD Sumenep, Kenapa Status Hukumnya Masih Aman?
Ramadan Penuh Makna, JMP Turun ke Jalan Berbagi untuk Tukang Becak dan Ojol

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:11 WIB

Tanamkan Nilai Saling Menghargai, GPPD Payudan Daleman Inisiasi Seminar Anti-Bullying untuk Siswa SMP

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:37 WIB

UI Tegaskan Pria yang Memaki Polisi di Mabes Polri Bukan Mahasiswanya, Kampus Tetap Hormati Hak Demonstrasi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:45 WIB

Kasus Dugaan Pemerkosaan Dai Muda di Pamekasan Masuk Tahap Pendalaman Penyidik

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:33 WIB

PAMDAS Sumenep Tebar Berkah Ramadhan: 325 Anak Yatim Disantuni dalam Gelaran Spektakuler

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:31 WIB

Inisial MA Disebut Dalam Potongan BAP Tersangka Korupsi BSPS Sumenep

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page