ZERO.CO.ID, PALEMBANG – Di usia yang baru menginjak 18 tahun, pemuda asal Palembang, Ramos Rizky, mulai dikenal lewat aktivitasnya di bidang keamanan siber. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir, ia berhasil menemukan sejumlah kerentanan pada sistem elektronik milik instansi pemerintah hanya dengan memanfaatkan telepon genggam (smartphone). Temuan tersebut kemudian dilaporkan langsung kepada masing-masing instansi melalui mekanisme responsible disclosure, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Laporan yang disampaikan mendapat respons positif dari sejumlah instansi. Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memberikan Sertifikat Apresiasi atas kontribusinya dalam menemukan dan melaporkan kerentanan pada aplikasi maupun situs web milik pemerintah daerah.
Apresiasi serupa juga diberikan oleh CilacapKab-CSIRT. Dalam sertifikat yang diterimanya, Ramos dinilai telah berkontribusi membantu meningkatkan keamanan sistem elektronik Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui pelaporan kerentanan yang dilakukan secara bertanggung jawab.
Selain itu, Kejaksaan Negeri Kota Denpasar turut memberikan Piagam Penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem elektronik di lingkungan instansi tersebut.
Tidak hanya menerima penghargaan, nama Ramos juga tercantum dalam Hall of Fame Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Pencantuman tersebut menjadi bentuk pengakuan atas laporan kerentanan yang telah diterima dan membantu peningkatan keamanan sistem informasi BPK RI.
Berbeda dengan anggapan bahwa penelitian keamanan siber memerlukan perangkat berharga tinggi, seluruh temuan tersebut diperoleh Ramos menggunakan smartphone. Pengujian dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai perangkat lunak yang tersedia di Android, kemudian setiap temuan dilaporkan kepada pemilik sistem tanpa dipublikasikan terlebih dahulu agar dapat segera diperbaiki.
Rangkaian penghargaan dan pengakuan yang diterima dalam waktu relatif singkat tersebut menjadi salah satu contoh kontribusi generasi muda di bidang keamanan siber melalui praktik responsible disclosure, yaitu melaporkan kerentanan secara etis kepada pemilik sistem demi meningkatkan keamanan layanan digital. (Red)






