Jatah MBG Dinilai Tak Bergizi, Penyaluran Sekali Sepekan di SPPG Syita Ananta Picu Keluhan Wali Murid

- Reporter

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Paket makanan program MBG yang diterima sejumlah siswa di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Wali murid menilai isi paket tersebut tidak mencerminkan makanan bergizi dan dikeluhkan karena hanya disalurkan sekali dalam seminggu

Foto : Paket makanan program MBG yang diterima sejumlah siswa di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Wali murid menilai isi paket tersebut tidak mencerminkan makanan bergizi dan dikeluhkan karena hanya disalurkan sekali dalam seminggu

Zero.co.id, Sumenep – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Syita Ananta di Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan tajam dari para wali murid. Mereka menilai program yang seharusnya meningkatkan asupan gizi siswa justru jauh dari harapan.

Keluhan tersebut datang dari sejumlah orang tua siswa di MI Al Ittihad, SDN Tanamerah, dan SD Kambingan pada Senin (16/03/2026). Para wali murid mengaku kecewa karena jatah makanan yang diterima anak-anak dinilai sangat minim dan tidak mencerminkan program makanan bergizi.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dalam satu minggu siswa hanya menerima satu paket makanan yang dibagikan sekaligus, bukan setiap hari sebagaimana yang mereka harapkan.

“Program ini disebut makanan bergizi, tapi kenyataannya anak kami hanya dapat abon satu sendok dan kelengkeng empat biji untuk satu hari. Bagaimana mungkin itu disebut bergizi? Anak kami bukan diberi makanan yang layak,” ujarnya dengan nada kesal.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan pertama kali terjadi. Para orang tua mengaku telah lama mengetahui hal itu, namun sebelumnya memilih untuk tidak mempermasalahkan.

“Hal seperti ini sudah sering terjadi dari sebelumnya. Kami masih diam dan mencoba memaklumi. Tapi sekarang kami benar-benar sudah geram,” tegasnya.

Para wali murid juga merinci isi paket makanan yang diterima siswa selama satu minggu. Di antaranya nasi senilai sekitar Rp7.000, susu Rp24.000, snack Rp3.000, kelengkeng empat buah Rp1.500, jeruk satu buah Rp1.000, pisang satu buah Rp1.000, serta tas atau kemasan MBG sekitar Rp2.500.

Jika ditotal, nilai paket tersebut diperkirakan hanya berkisar Rp40.000 per minggu. Para orang tua pun mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran program tersebut.

“Kalau dihitung, paling sekitar Rp40 ribu. Lalu sisanya ke mana? Masak iya dana untuk anak-anak ini tidak jelas peruntukannya,” kata wali murid lainnya.

Nada kekecewaan bahkan disertai sindiran tajam dari salah satu orang tua yang mempertanyakan penggunaan anggaran yang dinilai tidak transparan.

“Jangan-jangan sisanya dipakai beli baju Lebaran,” ucapnya dengan nada satir.

Para wali murid berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut. Mereka menegaskan bahwa program yang digagas untuk meningkatkan gizi anak sekolah seharusnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa, bukan sekadar formalitas.

“Program ini untuk anak-anak. Kalau memang namanya makanan bergizi, ya harus benar-benar bergizi dan layak,” tegas salah satu wali murid.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SPPG Syita Ananta terkait berbagai keluhan yang disampaikan para wali murid.

Penulis : Imam R

Editor : Juhri

Berita Terkait

Ratusan Alumni 99 (Compass Pamekasan) Ramaikan JJS Anniversary ’85 SPANSA
Menteri Koperasi RI Hadiri Puncak Harkopnas ke-79 Jawa Timur, Kabupaten Pamekasan Terpilih Jadi Tuan Rumah
Lagi Enak-enaknya Berduaan dengan Wanita Lain, Suami Digerebek Istri Sah di Kamar Kos Sumenep
Resmi Dibubarkan, Bang Ali: Sudah tidak Ada Lagi Nama Bani Insan Peduli
Jabatan Strategis di Pamekasan Dibiarkan Kosong, Formatur: Ini Adalah Latihan Drama Monolog yang Dibiayai Negara
Hormati Ketua Griya Lansia Sebagai Guru, Founder BIP Pilih Jalur Silaturahmi Tanggapi Miskomunikasi
Polisi Kembali Geledah Ruko di Cipete, Pengusutan Tiga Kasus Korupsi Besar Terus Bergulir
YLBH Madura Sentil Bupati Sumenep: Saat Kampanye Datangi Rakyat, Setelah Berkuasa Seolah Tuli

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:37 WIB

Ratusan Alumni 99 (Compass Pamekasan) Ramaikan JJS Anniversary ’85 SPANSA

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:01 WIB

Menteri Koperasi RI Hadiri Puncak Harkopnas ke-79 Jawa Timur, Kabupaten Pamekasan Terpilih Jadi Tuan Rumah

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:04 WIB

Lagi Enak-enaknya Berduaan dengan Wanita Lain, Suami Digerebek Istri Sah di Kamar Kos Sumenep

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:58 WIB

Jabatan Strategis di Pamekasan Dibiarkan Kosong, Formatur: Ini Adalah Latihan Drama Monolog yang Dibiayai Negara

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:50 WIB

Hormati Ketua Griya Lansia Sebagai Guru, Founder BIP Pilih Jalur Silaturahmi Tanggapi Miskomunikasi

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Pendidikan

Urgensi Pendidikan Pesantren

Sabtu, 18 Jul 2026 - 18:10 WIB

You cannot copy content of this page