Distribusi MBG di SPPG Aing Baja Raja Tak Sepenuhnya Sesuai SOP, Keluhan Wali Murid Soal Apel Mencuat

- Reporter

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto: akun TikTok @sppg.aengbajaraja

Sumber foto: akun TikTok @sppg.aengbajaraja

Zero.co.id, Sumenep — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep kembali menuai sorotan. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aing Baja Raja, Laetaus Safariah, secara terbuka mengakui bahwa pendistribusian paket MBG tidak dijalankan setiap hari sebagaimana diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP).

Pengakuan itu disampaikan Laetaus saat dikonfirmasi redaksi terkait mekanisme penyaluran MBG di sejumlah lembaga pendidikan. Ia menyebut, distribusi yang seharusnya dilakukan harian justru digabung antara hari Jumat dan Sabtu dalam bentuk makanan kering.

“Dalam SOP memang disebutkan paket MBG dikirim setiap hari. Namun karena hari Jumat pesantren libur, saya berkoordinasi dengan pihak sekolah dan yayasan. Dari koordinasi itu disepakati pengiriman hari Jumat disatukan dengan hari Sabtu dalam bentuk keringan,” ujar Laetaus.

Pernyataan tersebut secara tidak langsung menegaskan adanya penyesuaian pelaksanaan di lapangan yang tidak sepenuhnya sejalan dengan SOP MBG, meskipun disebut sebagai hasil kesepakatan bersama pihak sekolah dan yayasan.

Tak berhenti di persoalan distribusi, Laetaus juga mengakui dirinya telah dihubungi dan dimintai klarifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul laporan adanya apel busuk dalam paket MBG yang diterima siswa.

“Saya sudah dimintai keterangan oleh pihak BGN dan semuanya sudah saya jelaskan,” katanya singkat.

Terkait temuan apel busuk tersebut, Laetaus mengklaim telah melakukan langkah klarifikasi internal dengan pihak yayasan pengelola. Ia bahkan meminta dilakukan pendataan jumlah buah yang tidak layak konsumsi agar dapat segera dilakukan penggantian.

“Saya sudah konfirmasi ke pihak yayasan dan meminta kepada yang bernama Nyi Faiz untuk mendata jumlah apel busuk agar bisa saya ganti. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut,” ungkapnya.

Berita Terkait

Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Garuda Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Empat Bulan Abaikan Kritik GEMPA, Infrastruktur UIN Madura Dibiarkan Rusak dan Tak Layak
Mulai Besok! Warga Pamekasan Kategori Ini Bisa Berobat Gratis Cukup Bawa KTP
September Hitam di Pamekasan, Ruang Publik Jadi Panggung Ingatan Mahasiswa
Indonesia Ditahan Malaysia 0-0, Garuda Kesulitan Bermain dengan 10 Orang
Anggota Arisan Klaim Nama Baiknya Dicemarkan, Admin Arisan Y Terancam Dilaporkan
Dari “Bupati Tong-Tong” ke Mandalika, Tong-Tong Sumenep Dibawa ke Panggung MotoGP
Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Garuda Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Empat Bulan Abaikan Kritik GEMPA, Infrastruktur UIN Madura Dibiarkan Rusak dan Tak Layak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Mulai Besok! Warga Pamekasan Kategori Ini Bisa Berobat Gratis Cukup Bawa KTP

Rabu, 30 September 2026 - 10:50 WIB

September Hitam di Pamekasan, Ruang Publik Jadi Panggung Ingatan Mahasiswa

Senin, 28 September 2026 - 15:33 WIB

Indonesia Ditahan Malaysia 0-0, Garuda Kesulitan Bermain dengan 10 Orang

Berita Terbaru

foto: Pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Sejumlah anggota Wantimpres mengikuti prosesi pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah

Rocky Gerung di Wantimpres, Soroti Arah Kebijakan Pemerintah

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:57 WIB