Dugaan Pungli di Satlantas Polres Sumenep: Aktivis Tunggu Klarifikasi Kasat

- Reporter

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Bagas Normahendra

Foto : Bagas Normahendra

Zero.co.id, Sumenep – Aroma busuk dugaan praktik pungutan liar (pungli) di tubuh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep semakin menyengat. Seorang aktivis, Bagas Normahendra, mengaku bukan hanya menyuarakan kritik, tapi juga mengalami langsung tindakan oknum petugas yang disebutnya meminta uang tanpa dasar hukum yang jelas.(20/11/25)

Bagas menyebut, ia dimintai uang sebesar Rp300 ribu oleh oknum petugas saat melakukan proses pergantian pelat nomor dan balik nama kendaraan bermotor. Ironisnya, pungutan itu dilakukan tanpa nota resmi dari pihak kepolisian.

“Sebelum saya membayar, saya sengaja mengaktifkan kamera HP untuk merekam. Setelah rekaman berjalan, saya lakukan pembayaran. Ini bukan sekadar isu, tapi fakta,” tegas Bagas kepada wartawan.

Praktik serupa, kata Bagas, juga dialami beberapa masyarakat lain yang sedang melakukan proses administrasi kendaraan. Nominal yang diminta pun disebut seragam: Rp300 ribu.

Namun, usai kritik kerasnya terhadap kinerja Satlantas Polres Sumenep viral, Bagas justru menerima telepon dari seseorang dan meminta pihaknya untuk ngopi dengan salah satu anggota Satlantas.

Lebih mencurigakan lagi, ia mendapat informasi bahwa orang yang mengajak ngopi itu memang sudah bertemu dengan salah satu anggota Satlantas di sebuah warung.

“Memang ada ya, orang tak dikenal menghubungi saya, tapi saya abaikan,” ujarnya.

Sorotan Tajam untuk Kasat Lantas
Sejak Satlantas Polres Sumenep dipimpin oleh AKP Ninit Titis Dewiyani, satuan ini disebut-sebut kerap menjadi sorotan publik karena berbagai keluhan masyarakat. Alih-alih terbuka, pihak Satlantas dinilai tertutup dan lamban memberikan klarifikasi.

Bagas mendesak Bid Propam Polda Jatim segera turun tangan melakukan pemeriksaan internal menyeluruh, bukan hanya terhadap oknum petugas, tapi juga terhadap Kasat Lantas dan seluruh Kanit yang berada dalam struktur komando.

“Ini soal kepercayaan publik terhadap Polri. Kalau dibiarkan, masyarakat akan makin hilang kepercayaan. Harus ada tindakan tegas dan transparansi,” pungkasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, Kasat Lantas AKP Ninit Titis Dewiyani belum memberikan keterangan resmi meskipun redaksi mencoba menghubungi berkali-kali

Berita Terkait

Anggaran Pakaian Paskibraka Sumenep Tembus Rp200 Juta
2.500 Sakera Turun Gunung di Yogyakarta, Rayakan Kemerdekaan dan Tegaskan Kekuatan Warga Madura
DPRD Pamekasan Ikuti Pidato Prabowo, Pemerataan Jadi Sorotan
JJS Central 88 Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah Emas untuk Warga Pamekasan
Rakornas FKMSB 2026 Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter
Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken
Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?
Aksi Humanis Anggota Satlantas Polresta Sumenep, Bantu Amankan Sayuran Korban Kecelakaan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Anggaran Pakaian Paskibraka Sumenep Tembus Rp200 Juta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:45 WIB

DPRD Pamekasan Ikuti Pidato Prabowo, Pemerataan Jadi Sorotan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

JJS Central 88 Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah Emas untuk Warga Pamekasan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Rakornas FKMSB 2026 Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken

Berita Terbaru

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memasangkan kendit kepada perwakilan Paskibraka 2026 saat prosesi pengukuhan di Pendopo Agung Keraton Sumenep

News

Anggaran Pakaian Paskibraka Sumenep Tembus Rp200 Juta

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:21 WIB