Terbongkar! “Sultan Madura” Diduga Dapat Backup Oknum Aparat dalam Distribusi Rokok Ilegal

- Reporter

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

PAMEKASAN, Zero.co.id – Di tengah gencarnya operasi pemberantasan rokok ilegal, satu nama besar justru belum tersentuh. H. KU, pengusaha rokok ilegal yang dikenal dengan julukan “Sultan Madura”, diduga kuat mendapat perlindungan dari oknum aparat dalam setiap pengiriman rokok ilegal ke luar daerah.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ferdy Dwi Hidayat, Aktivis Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim), yang menyebutkan adanya koordinasi rutin antara jaringan H. KU dengan oknum aparat sebelum pengiriman dilakukan. Bahkan, upeti diduga mengalir secara terstruktur demi kelancaran distribusi.

“Saya dapat informasi, setiap pengiriman rokok ilegal itu di-backup oleh oknum aparat. Bahkan sebelum kirim, mereka sudah koordinasi. Ini bukan rahasia lagi di lapangan,” tegas Ferdy, Kamis (31/7).
Satgas Pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai dinilai belum menyentuh aktor-aktor kakap. Padahal, berdasarkan data Operasi Gurita hingga awal Juli 2025, tercatat 4.214 penindakan dengan lebih dari 195 juta batang rokok ilegal diamankan.

Namun Ferdy menyindir keras: “Apa gunanya ribuan penindakan kalau pemain utamanya aman di menara gading?”

Nama H. KU bukan hanya dikenal di Pamekasan, namun juga disebut sebagai bandar besar di lingkaran rokok ilegal Madura. Ia diduga melakukan praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), menyamarkan hasil keuntungan dari penjualan rokok ilegal dengan membuka sejumlah usaha legal, seperti kedai kopi dan restoran di berbagai kota di Jawa Timur.

Salah satu merek rokok ilegal yang disebut kuat terkait H. KU adalah merek Hummer, yang banyak beredar tanpa pita cukai.

Ironisnya, publik mengenal H. KU sebagai figur dermawan. Aksi kontroversialnya menaburkan uang saat pawai 1 Muharram sempat viral dan menuai kritik keras dari masyarakat sipil.

Ferdy Dwi Hidayat menegaskan bahwa Dear Jatim mendesak Bea Cukai dan PPATK untuk segera menelusuri aliran dana dan bisnis haram yang dikendalikan oleh H. KU. Ia menekankan, jika penegakan hukum hanya menyasar pelaku kecil, maka Satgas BKC Ilegal hanya menjadi pajangan semata.

“Kalau penindakan hanya sebatas sopir dan gudang kecil, maka itu bukan penegakan hukum — itu kamuflase! Tangkap bos besarnya, bongkar jaringannya, dan audit kekayaannya!” pungkas Ferdy.

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep, Polisi Kantongi Nama-Nama Anggota DPRD yang Muncul dalam Pemeriksaan
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Dibebani Uang Pengganti Rp809,5 Miliar dalam Kasus Chromebook
Sudah Dua Tahun, Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep Belum Tuntas?
Dandim Pamekasan Resmikan Jembatan Garuda, di Kecamatan Batu Marmar
Dear Jatim Geruduk PT Agrinas Pangan Nusantara, Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek KDMP di Madura
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep, Polisi Kantongi Nama-Nama Anggota DPRD yang Muncul dalam Pemeriksaan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Dibebani Uang Pengganti Rp809,5 Miliar dalam Kasus Chromebook

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:12 WIB

Sudah Dua Tahun, Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep Belum Tuntas?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:28 WIB

Dandim Pamekasan Resmikan Jembatan Garuda, di Kecamatan Batu Marmar

Senin, 8 Juni 2026 - 14:31 WIB

Dear Jatim Geruduk PT Agrinas Pangan Nusantara, Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek KDMP di Madura

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page