Mahasiswa UM Sulap Sampah Jadi Kostum Karnaval, Warga Genengwaru Terpukau!

- Reporter

Minggu, 27 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Genengwaru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Foto : mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Genengwaru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, Zero.co.id – Menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, sebanyak 12 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Genengwaru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, menghadirkan gebrakan kreatif yang tak biasa: mendesain kostum karnaval dari sampah daur ulang.

Mengusung tajuk “Desain Kostum Karnaval Berbasis Daur Ulang,” program ini tak hanya menyemarakkan perayaan 17 Agustus, tetapi juga mengusung pesan kuat tentang kepedulian terhadap lingkungan. Dipimpin oleh Andika Ensa Wahyudi, para mahasiswa menggandeng warga untuk mengolah kardus, botol plastik, dan kantong kresek menjadi kostum megah nan artistik yang siap mewarnai pawai kemerdekaan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bukan akhir dari nilai suatu benda. Dengan kreativitas dan kolaborasi, sampah bisa disulap jadi karya yang membanggakan,” ujar Andika.

Rangka kostum berbentuk sayap dibentuk dari kardus bekas, dihiasi dengan bunga dan ornamen yang terbuat dari limbah plastik. Tidak hanya jadi tontonan, proses pembuatannya pun jadi ajang gotong royong antara mahasiswa dan warga desa, terutama para ibu rumah tangga yang antusias ikut mengecat, menggunting, dan merangkai.

Sambutan warga luar biasa. Banyak yang mengaku terinspirasi dan bahkan berharap kegiatan serupa bisa digelar rutin untuk acara desa lainnya.

“Baru kali ini bikin kostum pakai barang bekas. Ternyata bisa cantik dan keren juga. Anak-anak nanti pasti bangga waktu pawai,” ucap salah satu warga sambil tersenyum bangga.

Tak sekadar meramaikan lomba Agustusan, kegiatan ini juga menjadi medium edukatif yang efektif. Melalui pendekatan seni dan budaya, para mahasiswa berhasil menanamkan kesadaran akan pentingnya sustainable fashion dan pengelolaan limbah rumah tangga.

Program KKN UM di Genengwaru ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat bisa dikemas secara kreatif, meriah, dan menyentuh persoalan riil sehari-harivmulai dari sampah hingga solidaritas sosial.

“Perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Lewat kostum karnaval daur ulang, kami ingin mengajak warga melihat bahwa menjaga lingkungan bisa menyenangkan dan membanggakan,” tutup Andika.

Berita Terkait

Tak Tertandingi! Siswa Sumenep Kuasai 3 Smart Competition Tingkat Madura
Potret Ketimpangan: Warga Kepulauan Giliraja Perbaiki Jalan Tanpa Bantuan Pemerintah
Kriminalitas, Kerusakan Lingkungan, dan Korupsi di Sumenep Jadi Sorotan Presma Universitas Wiraraja
Breaking News: Cafe Palm di Kebonagung Sumenep Ambruk
SPPG Yayasan Alif Jadi Sorotan, Wali Murid Keluhkan Buah Busuk di Menu Anak
Penumpang Keluhkan Layanan Travel Rute Sumenep-Malang, Soroti Kapasitas Kursi dan Kenyamanan
Polres Sumenep Buka Suara Soal LHKPN Kapolres, Ini Penjelasannya
Rp41,5 Miliar Terbuang? PMII Komisariat Wiraraja Bongkar Mandeknya Pelabuhan Dungkek

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 10:52 WIB

Tak Tertandingi! Siswa Sumenep Kuasai 3 Smart Competition Tingkat Madura

Sabtu, 18 April 2026 - 21:57 WIB

Potret Ketimpangan: Warga Kepulauan Giliraja Perbaiki Jalan Tanpa Bantuan Pemerintah

Sabtu, 18 April 2026 - 21:48 WIB

Kriminalitas, Kerusakan Lingkungan, dan Korupsi di Sumenep Jadi Sorotan Presma Universitas Wiraraja

Sabtu, 11 April 2026 - 05:35 WIB

Breaking News: Cafe Palm di Kebonagung Sumenep Ambruk

Selasa, 7 April 2026 - 10:34 WIB

SPPG Yayasan Alif Jadi Sorotan, Wali Murid Keluhkan Buah Busuk di Menu Anak

Berita Terbaru

Pemilihan Duta PC IPPNU Sumenep

Kolom

Cara Kurang Ajar Memilih Duta Pelajar

Kamis, 30 Apr 2026 - 10:46 WIB

You cannot copy content of this page