Bertahun-tahun Rusak, Jalan Penghubung Bragung–Prancak Sumenep Tak Kunjung Diperbaiki

- Reporter

Sabtu, 3 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret ruas jalan yang rusak, akses penghubung desa Bragung-Prancak yang rusak parah bertahun-tahun. (Foto: Doc. TimesIN).

Potret ruas jalan yang rusak, akses penghubung desa Bragung-Prancak yang rusak parah bertahun-tahun. (Foto: Doc. TimesIN).

SUMENEP – Kondisi jalan penghubung antara Desa Bragung dan Desa Prancak, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, memantik keprihatinan mendalam, Sabtu (3/5).

Bertahun-tahun tak tersentuh perbaikan, ruas jalan sepanjang hampir 300 meter itu kini berubah menjadi lintasan penuh risiko.

Kerusakannya tak main-main. Aspal yang dulu menutupi permukaan jalan kini tinggal kenangan. Lubang-lubang besar menganga di mana-mana, dan saat hujan turun, lubang itu berubah menjadi genangan air yang menutupi permukaan, menyulitkan pengendara mengenali bahaya di depan mata.

Bagi warga, jalan tersebut bukan sekadar akses penghubung dua desa—melainkan jalur vital yang menjadi nadi aktivitas harian.

Anak-anak sekolah, pedagang, hingga warga yang hendak ke puskesmas harus melewati jalan ini setiap hari, dengan risiko kecelakaan yang terus mengintai.

“Kalau pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat, jalan ini seharusnya sudah diperbaiki. Kami tidak minta jalan tol, cukup jalan yang layak dilewati,” keluh Rahman, warga Desa Bragung, Jumat (2/5).

Tak sedikit warga menjuluki jalan tersebut sebagai “jalur derita”. Hampir tiap hari ada kendaraan tergelincir atau terperosok, terutama sepeda motor. Kondisi ini memunculkan keresahan yang terus memuncak di tengah masyarakat.

Anwar, salah satu warga lainnya, juga mengkritik minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar di daerah.

Ia menilai jalan rusak itu bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan dan kelangsungan ekonomi warga.

“Jalan ini sudah bertahun-tahun rusak. Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru pemerintah bertindak,” tegas Anwar.

Ia menambahkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kegiatan ekonomi yang terganggu, tapi juga semangat warga untuk maju perlahan akan terkikis.

“Kami cuma ingin perhatian. Jangan sampai karena kami tinggal di desa, lalu dianggap tidak penting. Padahal jalan ini dipakai semua orang, dari anak sekolah sampai pedagang,” harapnya.

Berita Terkait

Tanamkan Nilai Saling Menghargai, GPPD Payudan Daleman Inisiasi Seminar Anti-Bullying untuk Siswa SMP
Truk Ekskavator Hantam Gapura Desa Batuan Barat, Diduga Menuju Tempat Galian C
Tas Kresek Hitam Diduga Mengalir dari Tersangka BSPS ke Oknum DPRD Sumenep, Kenapa Status Hukumnya Masih Aman?
Ramadan Penuh Makna, JMP Turun ke Jalan Berbagi untuk Tukang Becak dan Ojol
Audiensi DEMA UIN Madura: Soroti Minimnya Transparansi dan Ketidakpastian Kebijakan Kampus
Kepala DKPP Sumenep Tancap Gas Perkuat Sinergi di Kementan Pertanian RI
Dugaan Korupsi BSPS Meledak, Sekretaris Salah Satu Parpol di Sumenep Dikabarkan Aman Karena ‘Pembeking’
Serda Moh. Syafii Dampingi Warganya Bersihan Gulma Untuk Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:11 WIB

Tanamkan Nilai Saling Menghargai, GPPD Payudan Daleman Inisiasi Seminar Anti-Bullying untuk Siswa SMP

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:21 WIB

Truk Ekskavator Hantam Gapura Desa Batuan Barat, Diduga Menuju Tempat Galian C

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:27 WIB

Tas Kresek Hitam Diduga Mengalir dari Tersangka BSPS ke Oknum DPRD Sumenep, Kenapa Status Hukumnya Masih Aman?

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:12 WIB

Ramadan Penuh Makna, JMP Turun ke Jalan Berbagi untuk Tukang Becak dan Ojol

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:17 WIB

Audiensi DEMA UIN Madura: Soroti Minimnya Transparansi dan Ketidakpastian Kebijakan Kampus

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page