Zero, Pamekasan – Aktivis Gerakan Mahasiswa Penyambung Aspirasi (GEMPA) UIN Madura menyoroti berbagai kerusakan fasilitas di lingkungan kampus UIN Madura yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari pihak kampus.
Sorotan tersebut sebelumnya telah disampaikan GEMPA pada Mei 2026. Namun, setelah sekitar empat bulan berlalu, persoalan fasilitas kampus kembali menjadi perhatian, khususnya terkait sejumlah bangunan dan fasilitas penunjang yang disebut mengalami kerusakan.
Sejumlah bangunan, mulai dari gedung perkuliahan hingga fasilitas kamar mandi, disebut mengalami kerusakan yang cukup mengganggu aktivitas mahasiswa.
Juru Bicara GEMPA UIN Madura, Moh. Fawaid, pada Sabtu (9/5) dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa kondisi beberapa fasilitas kampus saat ini memerlukan langkah perbaikan yang cepat dan terukur agar tidak berdampak lebih luas terhadap kenyamanan serta keamanan mahasiswa.
“Banyak fasilitas kampus yang saat ini kondisinya memprihatinkan. Kami menemukan beberapa bangunan mengalami kerusakan, plafon rusak, dinding mulai retak, hingga kamar mandi yang kurang layak digunakan. Ini tentu menjadi perhatian bersama karena kampus seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan fasilitas tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan pendidikan di lingkungan kampus.
GEMPA UIN Madura meminta pihak kampus untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan yang ada dan memprioritaskan perbaikan fasilitas yang dinilai mendesak.
Empat bulan sejak kritik tersebut disampaikan, persoalan fasilitas itu menjadi catatan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Terlebih, kritik sebelumnya telah menegaskan perlunya pendataan dan perbaikan terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan.
Editor : Fahrur Rozi






