Zero, Surabaya – Lima mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) 2026 dari Belmawa melalui pengembangan Andalusia, sebuah game edukasi sejarah Islam yang mengusung pendekatan inquiry-based learning.
Game tersebut telah diuji secara langsung kepada 180 siswa kelas VII SMPN 47 Surabaya yang berlokasi di Jalan Lempung Perdana V, Kecamatan Sambikerep.
Tim Andalusia beranggotakan lima mahasiswa dari lintas program studi. Oryza Hafshah Syafira (S1 Manajemen Pendidikan) menjadi ketua tim yang bertugas mengoordinasikan program sekaligus menyusun storyline game.
Rismananda Chelsea Khahanaya, yang juga berasal dari S1 Manajemen Pendidikan, bertanggung jawab dalam bidang administrasi dan keuangan serta turut membantu penyusunan storyline.
Sementara itu, Rendy Maulana Yaqin (S1 Teknologi Pendidikan) memegang strategi publikasi digital dan diseminasi program.
Muhammad Ilham Bintang (D4 Manajemen Informatika) bertanggung jawab membangun aplikasi game dari nol, mulai dari arsitektur sistem, mekanisme permainan berbasis level, integrasi materi, hingga debugging dan optimalisasi performa.
Adapun Rahmana Adji Diandra Purbo P (S1 Desain Komunikasi Visual) menggarap seluruh identitas visual dan antarmuka game. Kelima mahasiswa tersebut dibimbing dosen pendamping Aditya Chandra Setiawan, S.Pd., M.Pd., dari Program Studi S1 Manajemen Pendidikan UNESA.
“Pengembangan aplikasi seperti Andalusia adalah langkah konkret dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21. Di era Society 5.0, teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, ia harus menjadi jantung dari strategi pembelajaran yang adaptif dan bermakna,” Jelas Chandra
Ide Andalusia lahir dari data, bukan sekadar asumsi. Survei awal tim terhadap peserta didik kelas VII SMPN 47 Surabaya menemukan 67,04 persen dari 180 murid mengaku bosan setiap kali masuk materi sejarah peradaban Islam.
Angka tersebut sejalan dengan hasil pretest pengetahuan mereka yang hanya mencapai rata-rata 35,47 persen, jauh dari standar yang diharapkan.
Andalusia bukan lagi sekadar prototipe untuk uji coba di kelas. Sejak 21 Juli 2026, game ini sudah resmi dapat diunduh publik melalui Google Play Store, sebelum diterapkan secara langsung di SMPN 47 Surabaya.
Antusiasme juga terlihat dari sisi peserta didik. Salah satu siswa kelas VII membandingkan pengalamannya bermain Andalusia dengan game yang sudah akrab bagi generasinya.
“Gamenya kayak Roblox, ada parkour-nya, ada menghindari rintangan, terus nyari clue juga. Tapi bedanya, ini ada pembelajarannya juga,” sampainya.
Perjalanan Tim Andalusia dari balik layar hingga proses implementasi di sekolah turut didokumentasikan secara rutin. Informasi mengenai proses pengembangan, momen implementasi di sekolah, hingga kisah di balik pengembangan Andalusia dapat diikuti melalui akun @andalusia.pkm di Instagram, TikTok, dan YouTube.
Editor : Fahrur Rozi






