Gelar Dialog Publik, BEM FIA Universitas Madura Angkat Isu Pilkada Dipilih DPRD

- Reporter

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. BEM FIA UNIRA

Dok. BEM FIA UNIRA

Zero, Pamekasan – Wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD dinilai menyisakan sejumlah persoalan mendasar, mulai dari pengawasan hingga tanggung jawab terhadap rakyat. Isu tersebut mengemuka dalam dialog publik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura.

Dialog bertema “Menakar Relevansi Wacana Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD: Kemajuan Demokrasi atau Kemunduran Kedaulatan Rakyat” itu menghadirkan Komisioner KPU Pamekasan Moh. Amiruddin, S.Pd.I., Ketua Bawaslu Pamekasan Sukma Firdaus, M.M., C.Med., serta pengamat politik Imadoeddin, S.Sos., M.Si.

Ketua Bawaslu Pamekasan, Sukma Firdaus, menyoroti aspek nilai demokrasi dalam wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung. Ia menyebut, meski secara prosedural dapat dikatakan demokratis, substansi demokrasi tetap perlu dipertanyakan.


“Kalau berbicara demokratis, hal ini memang demokratis, namun tidak dengan nilai di dalamnya,” tegasnya.

Menurut Sukma, persoalan lain yang muncul adalah mekanisme pengawasan apabila DPRD menjadi subjek dalam proses pemilihan.


“Apabila hal itu benar-benar terjadi, maka siapa yang akan mengawasi DPRD sebagai subjek dalam pemilihan tidak langsung. Atau ada aturan lain lagi nantinya,” ungkapnya.

Pandangan senada disampaikan Komisioner KPU Pamekasan, Moh. Amiruddin. Ia menilai perubahan mekanisme pemilihan berpotensi memengaruhi tingkat tanggung jawab kepala daerah terhadap masyarakat.


“Apabila hal ini terjadi, maka nilai tanggung jawab terhadap rakyat akan berkurang. Makanya di sini kesadaran rakyat, penyelenggara, dan calon untuk mensejahterakan masyarakat, apapun hasilnya semua akan kembali pada diri kita masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik Imadoeddin, S.Sos., M.Si., menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD membuka ruang lebih besar bagi kepentingan partai politik.


“Apabila pemilihan daerah dipilih oleh DPRD, maka akan ada kesempatan untuk bermain-main partai politik itu, sedangkan saat ini partai politik tidak sesuai dengan tujuan diadakannya partai politik itu sendiri,” sampainya.

Ia juga mengingatkan kemungkinan dampak lanjutan jika wacana tersebut disahkan.
“Jika hal ini disahkan, bukan tidak mungkin nanti pemilu juga akan terselenggara secara tidak langsung,” tukasnya.

Penulis : Mat. Juhri

Editor : Abd. Ghafur

Berita Terkait

Dari “Bupati Tong-Tong” ke Mandalika, Tong-Tong Sumenep Dibawa ke Panggung MotoGP
Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat
Guruh Soekarnoputra Wafat, Megawati Dalam Perjalanan dari Sulsel ke Jakarta
Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pungli PBG
CV Jawara Salurkan BLT DBHCHT Rp600 Ribu ke 537 Buruh Pabrik di Pamekasan
Laporan GMS Soal Dugaan Dana Desa Bergulir ke Sekda, Apa Langkah Pemkab ?
Hadapi Tantangan Lalu Lintas, Polresta Sumenep Tekankan Kesiapan Personel

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:30 WIB

Dari “Bupati Tong-Tong” ke Mandalika, Tong-Tong Sumenep Dibawa ke Panggung MotoGP

Sabtu, 26 September 2026 - 08:52 WIB

Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat

Sabtu, 26 September 2026 - 04:32 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat, Megawati Dalam Perjalanan dari Sulsel ke Jakarta

Sabtu, 26 September 2026 - 04:18 WIB

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Kamis, 24 September 2026 - 07:34 WIB

CV Jawara Salurkan BLT DBHCHT Rp600 Ribu ke 537 Buruh Pabrik di Pamekasan

Berita Terbaru

Foto: Guruh Sukarno Putra (Foto: IG Guruh Sukarno Putra).

News

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Sabtu, 26 Sep 2026 - 04:18 WIB