Rektor UNIBA Madura Dinilai Penyebab Utama Kekacauan Duta Kampus

- Reporter

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmad Hidayat

Foto : Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmad Hidayat

Zero.co.id, Sumenep — Polemik pemilihan Duta Kampus UNIBA Madura kian melebar. Setelah Ketua Panitia, Aura Intan Wulan Dari, memberikan klarifikasi panjang terkait polemik denda yang disebut sebagai pungutan liar (pungli), kini giliran suara kritis datang dari salah satu mahasiswa senior, Imam Rosadi sekaligus mantan Ketua HIMASI UNIBA Madura. Ia menilai adanya ketidakjelasan sikap rektor dan tindakan tergesa-gesa Senat kampus yang justru membuat publik bingung.

Dalam pemberitaan Sorotan.co.id, Ketua Panitia Duta Kampus, Aura Intan Wulan Dari, menegaskan bahwa kebijakan denda sudah mendapatkan izin dari rektor. Menurut Aura, izin itu diberikan sebelum kegiatan berjalan, dengan penekanan bahwa fokus bukan pada uang, melainkan pendelegasian tiap angkatan.

Namun pernyataan ini kemudian berlawanan dengan klarifikasi yang disampaikan rektor di media lain.
Dilansir dari KlikTimes.id, Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmad Hidayat, menyatakan bahwa pihak rektorat:

“Tidak pernah menginstruksikan penarikan sanksi atau pungutan dalam bentuk apa pun kepada mahasiswa.”

Pernyataan di dua media berbeda ini memunculkan tanda tanya besar di tengah mahasiswa.

Imam Rosadi secara tegas mengkritik perbedaan pernyataan tersebut.

“Publik dibuat bingung. Di satu media, ketua panitia menyebut ada izin rektor. Di media lain, rektor bilang tidak pernah memerintahkan. Ini bentuk inkonsistensi yang tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Imam menduga ketidakjelasan arahan dari pucuk pimpinan kampus justru menjadi pemicu utama kegaduhan yang hari ini mencoreng nama baik UNIBA Madura.

Imam Rosadi juga menyoroti keras langkah Senat kampus yang langsung membekukan SK Panitia Duta Kampus tanpa klarifikasi mendalam.

Dilansir dari KlikTimes.id, Ketua Senat UNIBA Madura, Budi Siswanto, menyatakan bahwa pembekuan SK adalah tindakan preventif untuk menjaga integritas acara.

Namun Imam menilai tindakan itu justru menunjukkan ketidakprofesionalan Senat.

“Senat harusnya profesional dalam mengambil tindakan. Tidak bisa langsung main bekukan SK dan sidang kode etik. Apalagi fakta yang disampaikan ketua panitia sudah jelas di media. Kenapa tidak ditelaah dulu?”

Ia menilai Senat terkesan hanya mengikuti arus tanpa melakukan investigasi yang komprehensif.

Menambah sorotan tajamnya, Imam menegaskan bahwa panitia maupun ketua pelaksana tidak mungkin membuat aturan denda tanpa koordinasi dengan pimpinan.

“Duta tidak mungkin melakukan tindakan tanpa perintah rektor. Tidak mungkin. Semua kegiatan besar selalu melalui persetujuan atasan,” ujarnya.

Imam menilai bahwa akar persoalan bukan pada panitia, melainkan pada ketidaktegasan dan kebingungan arah dari pimpinan kampus.

Dalam kacamata Imam Rosadi, yang selama ini aktif dalam organisasi kampus, polemik ini menunjukkan gagalnya manajemen komunikasi di tubuh UNIBA Madura.

“Muncul dua pernyataan berbeda dari rektor dan panitia. Lalu Senat langsung membekukan SK seolah panitia bersalah penuh. Ini bukan hanya tidak profesional, tapi juga menunjukkan betapa lemahnya koordinasi internal,” jelasnya.

Menurutnya, jika rektor sejak awal tegas dan konsisten, maka polemik ini tidak akan terjadi.

Menutup kritiknya, Imam Rosadi meminta agar rektor dan Senat tidak bersembunyi di balik tindakan administratif semata.

“Kampus harus memberikan kejelasan, bukan menambah kebingungan. Jangan korbankan panitia hanya untuk menutupi kesalahan koordinasi internal,” tegasnya.

Ia mendesak agar UNIBA Madura melakukan klarifikasi final yang menyatukan seluruh informasi dan tidak membuat publik terus menerka-nerka.

Berita Terkait

Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Dorong Siswa Kreatif, Sportif dan Berkarakter
Dari Potensi Pertanian ke Peluang Ekonomi, KKN Posko 21 Dorong Pemasaran Trichoderma Desa Bajang
Ampas Tahu Disulap Jadi Produk Bernilai, KKN UIN Madura Dorong Inovasi UMKM di Klompang Barat
DPRD Pamekasan Ikuti Pidato Prabowo, Pemerataan Jadi Sorotan
JJS Central 88 Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah Emas untuk Warga Pamekasan
Rakornas FKMSB 2026 Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter
Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken
Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:06 WIB

Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Dorong Siswa Kreatif, Sportif dan Berkarakter

Senin, 17 Agustus 2026 - 03:12 WIB

Dari Potensi Pertanian ke Peluang Ekonomi, KKN Posko 21 Dorong Pemasaran Trichoderma Desa Bajang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:45 WIB

DPRD Pamekasan Ikuti Pidato Prabowo, Pemerataan Jadi Sorotan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

JJS Central 88 Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah Emas untuk Warga Pamekasan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Rakornas FKMSB 2026 Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter

Berita Terbaru