Selain Diduga Terima Aliran Dana BSPS, AK Disebut Kerap Atur Proyek di Sejumlah OPD Sumenep

- Reporter

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

Zero.co.id, Sumenep – Dugaan keterlibatan AK sosok yang disebut dekat dengan salah satu pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep—tidak hanya mengemuka dalam kasus korupsi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Aktivis antikorupsi mengungkap bahwa AK juga diduga mengatur proyek di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya di Dinas PUTR.

Divisi Hukum Dear Jatim, Alfi Rizky Ubbadi, menegaskan bahwa nama AK bukan sekadar muncul dalam pusaran aliran dana BSPS, melainkan juga terlibat dalam pengaturan tender.

“Kami mendapatkan informasi bahwa beberapa tender OPD, terutama di Dinas PUTR, sering kali diarahkan AK agar dikerjakan oleh rekannya sendiri, yaitu kontraktor berinisial HI dan B,” ujar Alfi, Sabtu (15/11/2025).

Menurut Alfi, kontraktor berinisial HI bahkan disebut sebagai orang dekat AK, dan memiliki hubungan keluarga dengan seorang anggota DPRD aktif di Kabupaten Sumenep.

Dalam kasus BSPS, AK kembali menjadi sorotan setelah Dear Jatim membeberkan adanya dugaan aliran dana sebesar Rp100 juta dari tersangka NLA, Kabid Perumahan Rakyat Dinas Perkimhub Sumenep.

Dana itu disebut mengalir dengan dalih “pinjaman pribadi.”

“Dalih pinjaman memang sering digunakan untuk memoles aliran dana hasil korupsi. Indikasi ini harus diperiksa secara serius dan tidak boleh dianggap angin lalu,” jelas Alfi.

Sebelumnya, Kejati Jatim menetapkan NLA sebagai tersangka karena diduga meminta pungutan liar Rp100.000 per penerima program BSPS. Total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp325 juta, yang diserahkan oleh saksi berinisial RP.

Alfi menegaskan bahwa penyidik tidak boleh berhenti hanya pada nama NLA atau beberapa orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Jika benar ada aliran dana ke AK, penyidik harus memanggil, memeriksa, dan menindak siapa pun yang ikut menikmati uang haram itu, tanpa pandang bulu. Jangan ada yang dilindungi hanya karena dekat dengan kekuasaan,” tegasnya.

Dear Jatim bahkan berencana mendatangi Kejati Jatim untuk menuntut penelusuran lebih dalam soal dugaan keterlibatan AK, termasuk kaitannya dengan pengaturan proyek di beberapa OPD.

“Korupsi tidak akan pernah bersih jika hanya menjerat operator lapangan. Kami ingin lingkaran kekuasaan yang menjadi ‘dalang’ dan ‘pelindung’ praktik kotor juga tersentuh hukum,” pungkas Alfi.

Penulis : Imam R

Editor : Andika

Berita Terkait

Di Pamekasan, Ribuan Relawan Gelar Aksi Damai Dukung MBG Dilanjutkan
Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep, Polisi Kantongi Nama-Nama Anggota DPRD yang Muncul dalam Pemeriksaan
Kecewa Kadis PUPR Absen, Audiensi Proyek Jalan Mangkrak Memanas
Estafet Kepemimpinan HMPS PAI UIN Madura Berlanjut, Pengurus Baru Siap Wujudkan Organisasi Berdampak
Sudah Dua Tahun, Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep Belum Tuntas?
Ra Bakir Hasan Nahkodai PPP Pamekasan, Publik Harapkan Penguatan Organisasi dan Politik Beretika
Dandim Pamekasan Resmikan Jembatan Garuda, di Kecamatan Batu Marmar
Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:12 WIB

Di Pamekasan, Ribuan Relawan Gelar Aksi Damai Dukung MBG Dilanjutkan

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep, Polisi Kantongi Nama-Nama Anggota DPRD yang Muncul dalam Pemeriksaan

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:34 WIB

Kecewa Kadis PUPR Absen, Audiensi Proyek Jalan Mangkrak Memanas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:12 WIB

Sudah Dua Tahun, Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep Belum Tuntas?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:37 WIB

Ra Bakir Hasan Nahkodai PPP Pamekasan, Publik Harapkan Penguatan Organisasi dan Politik Beretika

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page