Pasar Anom Baru Sumenep Dapat Kucuran Dana Rp818 Juta dari APBD 2025

- Reporter

Minggu, 3 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pasar Anom Baru Kabupaten Sumenep

Foto : Pasar Anom Baru Kabupaten Sumenep

SUMENEP, Zero.co.id – Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap tata kelola anggaran dan transparansi proyek pemerintah, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan kembali meluncurkan proyek infrastruktur senilai Rp818.999.999 untuk Peningkatan Fasilitas Sarana dan Prasarana Pasar Anom Baru pada Tahun Anggaran 2025.

Proyek ini diklaim sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan di pasar tradisional terbesar di Sumenep. Namun, nilai anggaran yang nyaris menyentuh angka Rp1 miliar itu memicu tanda tanya. Pasalnya, pembangunan hanya berupa gedung satu lantai sederhana, yang dinilai publik tidak sebanding dengan anggaran sebesar itu.

Data resmi dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP mencatat bahwa proyek ini terdaftar dengan kode RUP 60100946, bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep 2025, dan menggunakan metode tender terbuka. Pekerjaan konstruksi direncanakan berjalan mulai Maret hingga Desember 2025.

Salah satu poin menarik dalam pengadaan ini adalah prioritas untuk pelaku usaha kecil serta penggunaan produk dalam negeri. Namun, aktivis antikorupsi Muhammad Sutrisno dari organisasi Dear Jatim mengingatkan bahwa kebijakan ini bisa berujung menjadi sekadar slogan jika tidak diawasi secara serius.

“Langkah ini patut diapresiasi, asal benar-benar diawasi secara ketat. Jika tidak, keberpihakan kepada UMKM dan produk lokal hanya akan jadi jargon pengadaan belaka,” tegas Sutrisno.
Ia juga menyoroti posisi anggaran proyek yang berada tepat di bawah ambang Rp819 juta, sebuah angka yang sering dianggap sebagai “zona nyaman” untuk menghindari pengawasan ketat publik atau lembaga pengawas.
“Angka itu adalah ambang psikologis yang kerap disorot. Makin mendekati angka itu, makin besar kecurigaan publik,” tambahnya.

Sutrisno menekankan pentingnya transparansi dokumen lelang, pengawasan teknis bangunan, serta pelibatan komunitas pasar dalam evaluasi proyek, agar proyek ini benar-benar berpihak kepada masyarakat.”Tandasnya.

Penulis : Andika

Editor : Bagas

Berita Terkait

Anggaran Pakaian Paskibraka Sumenep Tembus Rp200 Juta
DPRD Pamekasan Ikuti Pidato Prabowo, Pemerataan Jadi Sorotan
JJS Central 88 Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah Emas untuk Warga Pamekasan
Rakornas FKMSB 2026 Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter
Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken
Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?
Aksi Humanis Anggota Satlantas Polresta Sumenep, Bantu Amankan Sayuran Korban Kecelakaan
Pick Up Pengangkut Sayur Tabrak Tiang Listrik di Jalan Trunojoyo Sumenep, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Anggaran Pakaian Paskibraka Sumenep Tembus Rp200 Juta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:45 WIB

DPRD Pamekasan Ikuti Pidato Prabowo, Pemerataan Jadi Sorotan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

JJS Central 88 Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah Emas untuk Warga Pamekasan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Rakornas FKMSB 2026 Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken

Berita Terbaru

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memasangkan kendit kepada perwakilan Paskibraka 2026 saat prosesi pengukuhan di Pendopo Agung Keraton Sumenep

News

Anggaran Pakaian Paskibraka Sumenep Tembus Rp200 Juta

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:21 WIB