Tak Ada Irigasi, Genangan Air di Jalan Rusak Guluk-Guluk Sumenep Kian Membahayakan

- Reporter

Minggu, 20 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak adanya irigasi, jadi penyebab utama kerusakan jalan.

Tidak adanya irigasi, jadi penyebab utama kerusakan jalan.

SUMENEP – Ketiadaan saluran irigasi di jalur poros kabupaten di Guluk-Guluk, Ketawang, dan Pordapor, Kabupaten Sumenep, memperparah kerusakan jalan yang sebelumnya sudah memprihatinkan.

Hujan yang turun selama beberapa hari terakhir menyebabkan air menggenang dan menutup lubang-lubang besar di badan jalan, menciptakan situasi yang sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

Genangan air tersebut bukan hanya menghambat lalu lintas, tetapi juga mempercepat kerusakan struktur jalan. Tanpa sistem drainase yang memadai, air terus-menerus meresap dan mengikis lapisan aspal.

“Masalah utama di sini sebenarnya bukan cuma jalannya rusak, tapi airnya nggak punya tempat mengalir. Nggak ada saluran. Jadinya ya tergenang dan bikin jalan tambah hancur,” ujar Rofii, warga Desa Pordapor kepada TIMES IN, Minggu (20/4).

Kondisi ini tak hanya menyulitkan aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan. Banyak pengendara terjebak dalam genangan, tidak menyadari adanya lubang besar yang tersembunyi di balik air keruh.

“Kalau siang mungkin masih bisa hati-hati, tapi kalau malam, nyaris tak terlihat. Sudah banyak yang jatuh. Beberapa kali kami harus bantu warga yang motornya nyemplung ke lubang dalam,” tambahnya.

Kondisi genangan air yang terus-menerus menutupi badan jalan bukan hanya menyulitkan pengendara, tapi juga merusak jalan dari dalam.

Air yang tidak mengalir ke saluran irigasi akan meresap ke lapisan aspal, melemahkan fondasi jalan secara perlahan.

“Genangan air adalah musuh utama infrastruktur jalan. Air yang menggenang merusak struktur aspal dari dalam. Apalagi kalau dibiarkan bertahun-tahun, jalan bisa rusak total,” jelasnya

Masyarakat mendesak agar pembangunan saluran air menjadi bagian dari prioritas dalam proyek perbaikan jalan mendatang.

Mereka menilai, tambal sulam tanpa penanganan akar masalah (irigasi) hanya akan membuang anggaran.

“Kalau cuma tambal lubang, musim hujan datang ya rusak lagi. Bangun irigasinya dulu, biar air bisa ngalir dan jalan tetap kering,” tegas Nawafil, warga Ketawang.

Berita Terkait

Dari “Bupati Tong-Tong” ke Mandalika, Tong-Tong Sumenep Dibawa ke Panggung MotoGP
Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat
Guruh Soekarnoputra Wafat, Megawati Dalam Perjalanan dari Sulsel ke Jakarta
Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pungli PBG
CV Jawara Salurkan BLT DBHCHT Rp600 Ribu ke 537 Buruh Pabrik di Pamekasan
Laporan GMS Soal Dugaan Dana Desa Bergulir ke Sekda, Apa Langkah Pemkab ?
Hadapi Tantangan Lalu Lintas, Polresta Sumenep Tekankan Kesiapan Personel

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:30 WIB

Dari “Bupati Tong-Tong” ke Mandalika, Tong-Tong Sumenep Dibawa ke Panggung MotoGP

Sabtu, 26 September 2026 - 08:52 WIB

Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat

Sabtu, 26 September 2026 - 04:32 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat, Megawati Dalam Perjalanan dari Sulsel ke Jakarta

Sabtu, 26 September 2026 - 04:18 WIB

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Kamis, 24 September 2026 - 07:34 WIB

CV Jawara Salurkan BLT DBHCHT Rp600 Ribu ke 537 Buruh Pabrik di Pamekasan

Berita Terbaru

Foto: Guruh Sukarno Putra (Foto: IG Guruh Sukarno Putra).

News

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Sabtu, 26 Sep 2026 - 04:18 WIB