Kadiskop Sumenep Bantah Rumah Produksi Terbengkalai

- Reporter

Rabu, 16 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto : Doc. Istimewa) Kadiskop Sumenep Moh. Ramli

(Foto : Doc. Istimewa) Kadiskop Sumenep Moh. Ramli

Sumenep – Sorotan publik terhadap rumah produksi Wirausaha Muda bernilai miliaran rupiah di Kabupaten Sumenep, Madura terus bergulir. Rabu (16/4).

Bangunan yang digadang-gadang menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif itu disebut-sebut mangkrak dan tak kunjung dimanfaatkan, meski telah lama selesai dibangun.

Sejumlah aktivis bahkan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan menyelidiki dugaan pembiaran aset milik daerah tersebut.

Menanggapi hal itu, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep angkat bicara. Kepala Dinas, Moh. Ramli, menepis tudingan bahwa rumah produksi tersebut terbengkalai.

Ia menegaskan bahwa aset itu tetap dalam pengawasan dan pengelolaan pihaknya, sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku.

“Bagi kami, tidak ada yang terbengkalai. Kami secara tegas menyatakan bahwa barang atau aset itu kami urus. Tidak ada di kamus kami, barang milik daerah yang terlantar,” tegas Ramli, Rabu (17/4/2025).

Menurutnya, rumah produksi itu merupakan aset milik daerah yang secara normatif berada dalam kewenangan pejabat pengelola dan OPD sebagai pengguna.

Pihak telah berupaya memanfaatkan fasilitas tersebut, termasuk menjalankan kewajiban pelaporan administratif melalui Kartu Inventaris Barang (KIB).

Ramli juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi teknis dengan sejumlah pihak terkait, dan telah melaporkan rencana pemanfaatan rumah produksi kepada Bupati.

Namun, keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi menjadi hambatan tersendiri.

“Sudah kami rapatkan secara teknis, namun sampai sekarang belum ada kepastian karena kemampuan keuangan daerah terbatas dan ada kebijakan efisiensi,” ujarnya.

Untuk memperkuat pengelolaan dan pendataan aset, pihaknya saat ini tengah membentuk tim khusus.

“Kami sedang dalam proses pembentukan Tim Inventarisasi sebagai langkah pendataan lanjutan dan penguatan tata kelola aset yang ada,” jelas Ramli.

Sebelumnya, rumah produksi itu menjadi sorotan publik setelah sejumlah aktivis menilai bangunan tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal.

Mereka bahkan meminta lembaga antirasuah untuk turun tangan menelusuri anggaran dan pengelolaannya.

Berita Terkait

DPRD Pamekasan Ikuti Pidato Prabowo, Pemerataan Jadi Sorotan
JJS Central 88 Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah Emas untuk Warga Pamekasan
Rakornas FKMSB 2026 Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter
Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken
Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?
Aksi Humanis Anggota Satlantas Polresta Sumenep, Bantu Amankan Sayuran Korban Kecelakaan
Pick Up Pengangkut Sayur Tabrak Tiang Listrik di Jalan Trunojoyo Sumenep, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Verifikasi Berlapis Jadi Kunci Penyaluran Bantuan RTLH di Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:45 WIB

DPRD Pamekasan Ikuti Pidato Prabowo, Pemerataan Jadi Sorotan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

JJS Central 88 Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah Emas untuk Warga Pamekasan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Rakornas FKMSB 2026 Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?

Berita Terbaru