Jalan Rusak Parah di Guluk-Guluk Sumenep, Warga: Sudah Ada yang Meninggal!

- Reporter

Sabtu, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Warga di Desa Guluk-Guluk, Ketawang dan Pordapor Kabupaten Sumenep, Madura mengeluhkan kondisi jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki. Sabtu (19/4).

Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan tiga desa itu kini berubah jadi jalur penuh lubang dan gelombang tajam.

Kerusakan sepanjang kurang lebih 100 meter itu disebut sangat membahayakan terutama bagi pengendara motor.

Lubang-lubang menganga kerap memicu kecelakaan bahkan hingga menelan korban jiwa.

“Sudah banyak yang jatuh, ada yang luka-luka, bahkan sampai meninggal. Apalagi kalau hujan, lubangnya nggak kelihatan karena tergenang air,” kata Rofii, warga sekitar kepada Times in, Sabtu (19/4/2025).

Kendati demikian, lanjut Rofii saat musim hujan kondisi jalan kian parah. Air menggenang dan menyembunyikan lubang-lubang besar menjadikannya perangkap maut bagi pengendara.

“Saat hujan jalan tergenang dan tidak bisa dilewati. Lubang-lubangnya tertutup air, pengendara sering jatuh,” tambah Rofii.

Tak cuma soal keselamatan, kerusakan ini juga berdampak ke sektor ekonomi warga. Aktivitas pertanian dan perdagangan terganggu karena akses transportasi tersendat.

“Kalau jalannya seperti ini, semua jadi susah. Mau kirim barang dagangan pun terhambat,” keluh Nawafil, pedagang asal Ketawang.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas PUTR Sumenep, Eri Susanto memastikan perbaikan akan segera dilakukan.

“Untuk lokasi tersebut akan dilakukan pemeliharaan rutin dalam waktu dekat. Tinggal nunggu giliran,” ujarnya singkat.

Namun, pernyataan tersebut belum cukup menenangkan publik. Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid yang membidangi infrastruktur turut angkat bicara.

Ia mengaku prihatin dan mendorong Dinas PUTR agar bertindak cepat dan tidak menunggu jatuhnya korban jiwa berikutnya.

“Tentu saya terkejut sekaligus prihatin. Ini jalan kabupaten, bahkan jalan poros, tapi kondisinya sangat parah dan membahayakan,” tegas Akhmadi Yasid.

Ia mendesak agar perbaikan segera diprioritaskan. “Kalau memang bisa didahulukan, ya dahulukan. Kita tidak ingin ada korban dulu baru bertindak. Bukankah kita punya anggaran rutin bernilai miliaran? Harus digunakan dengan cepat, tepat, dan bermanfaat.”tegasnya.

Akhmadi juga mengkritisi pola kerja birokrasi yang hanya responsif ketika masalah sudah viral.

“Ke depan, jangan tunggu disorot tunggu viral atau tunggu laporan. Kita harus bekerja dengan pendekatan yang proporsional dan profesional. Infrastruktur bukan sekadar proyek tapi urusan keselamatan dan kehidupan rakyat,” pungkasnya. *(di/rus)

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Kurir SPX di Bluto Memanas, Kapolsek Beri Sinyal Kuat Penetapan Tersangka
Kasus Pokir DPRD Sumenep: Nama IW Disorot, Dear Jatim Sebut Satreskrim Polres Sumenep Mandul
FKMSB Luncurkan Aksi Solidaritas Bantu Korban Bencana Alam
JUSTFORCE UNIBA Madura Resmi Dideklarasikan, Angkat Isu “Ambang Batas Militer dalam Ranah Sipil”
Kurir di Bluto Dianiaya, Pelaku Ternyata Pendamping Desa; Kuasa Hukum Desak Tindakan Tegas Kemendes dan Polisi
Desak Satgas PKH Turun ke Sumenep: Tambang Ilegal Diduga Milik Ayah Anggota DPRD Beroperasi Bebas, Negara Dirugikan
Satlantas Polres Sumenep Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di Universitas Wiraraja
Mahasiswa UNIBA Madura Tuding Rektor Inkonsisten, Laporan Resmi Akan Diajukan ke Ombudsman, Kemdikbud dan KY

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 13:11 WIB

Kasus Penganiayaan Kurir SPX di Bluto Memanas, Kapolsek Beri Sinyal Kuat Penetapan Tersangka

Senin, 1 Desember 2025 - 10:04 WIB

Kasus Pokir DPRD Sumenep: Nama IW Disorot, Dear Jatim Sebut Satreskrim Polres Sumenep Mandul

Minggu, 30 November 2025 - 13:11 WIB

FKMSB Luncurkan Aksi Solidaritas Bantu Korban Bencana Alam

Minggu, 30 November 2025 - 11:44 WIB

JUSTFORCE UNIBA Madura Resmi Dideklarasikan, Angkat Isu “Ambang Batas Militer dalam Ranah Sipil”

Rabu, 26 November 2025 - 17:39 WIB

Desak Satgas PKH Turun ke Sumenep: Tambang Ilegal Diduga Milik Ayah Anggota DPRD Beroperasi Bebas, Negara Dirugikan

Berita Terbaru