Zero, Pamekasan – Pelantikan Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Mandilaras Komisariat UIN Madura Cabang Pamekasan berlangsung khidmat di Pendopo Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (09/05/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Masettong Tekad e Bhumi Mandilaras Kaangguy Ajegghâ Adhât Se La Bâdhâ” dan dirangkai dengan refleksi Hari Lahir PMII ke-66.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Majelis Pembina PMII Rayon Mandilaras Fahrurrozi, M.E.I., Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan Moh Faridi, Presiden Mahasiswa UIN Madura Moh Ghufron, Ketua PMII Cabang Pamekasan Fahril Anwar, Ketua Komisariat PMII UIN Madura Arisandi, serta kader PMII se-Kabupaten Pamekasan.
Dalam orasinya, Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan Moh Faridi menyoroti pentingnya penguatan kaderisasi di tubuh PMII. Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi ruang berkumpul, melainkan wadah pembentukan karakter, intelektualitas, dan regenerasi kepemimpinan.
Menurutnya, PMII harus mampu menjaga kualitas kader agar organisasi tidak kehilangan arah perjuangan. Ia bahkan mengingatkan bahwa organisasi dapat “berdosa” apabila gagal membina kader-kadernya secara serius.
“PMII ini sebagai wadah regenerasi. Terkadang organisasi itu berdosa terhadap kadernya sendiri,” ujar Moh Faridi dalam orasinya.
Faridi menilai, lemahnya kualitas intelektual sebagian kader saat ini menjadi tanda adanya persoalan dalam proses kaderisasi. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus dan kader PMII untuk lebih serius membangun budaya diskusi, membaca, serta penguatan ideologi organisasi.
Ia juga menekankan bahwa PMII memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
“Jangan sampai PMII hanya besar secara nama, tetapi lemah dalam pembinaan kader. Organisasi harus hadir untuk mencetak kader yang kritis, progresif, dan memiliki kapasitas intelektual yang kuat,” tegasnya.
Refleksi Harlah PMII ke-66 dalam kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi bagi seluruh kader PMII di Pamekasan untuk memperkuat tradisi intelektual dan memperbaiki pola kaderisasi demi keberlanjutan organisasi di masa mendatang.
Penulis : Mat Juhri
Editor : Abd Ghafur






