Enam Anggota Yanma Mabes Polri Jadi Tersangka Pengeroyokan hingga Tewaskan Debt Collector

- Reporter

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: keterangan pers terkait penetapan enam anggota Yanma Mabes Polri sebagai tersangka kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang debt collector meninggal dunia di Kalibata, Jakarta Selatan,

Foto: keterangan pers terkait penetapan enam anggota Yanma Mabes Polri sebagai tersangka kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang debt collector meninggal dunia di Kalibata, Jakarta Selatan,

Zero.co.id, Jakarta — Kepolisian Republik Indonesia menetapkan enam anggota Satuan Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang debt collector meninggal dunia di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi serta pengumpulan alat bukti di lapangan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan analisis terhadap keterangan saksi serta barang bukti, penyidik menetapkan enam orang sebagai tersangka yang diduga terlibat dalam rangkaian tindak pidana tersebut,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/12).

Adapun keenam tersangka tersebut masing-masing berinisial Brigadir IAM, Bripda JLA, Bripda RGW, Bripda IAB, Bripda BN, dan Bripda AM. Seluruhnya diketahui merupakan anggota Polri yang bertugas di Mabes Polri.

Selain proses pidana, Polri juga menindaklanjuti kasus ini melalui jalur etik. Trunoyudo menyampaikan bahwa keenam tersangka akan menjalani sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) yang dijadwalkan pada pekan depan.

“Terhadap enam terduga pelanggar akan dilaksanakan sidang Komisi Kode Etik pada hari Rabu, 17 Desember 2025,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan alat bukti yang telah dikantongi penyidik, para tersangka dinilai telah cukup bukti melakukan dugaan pelanggaran kode etik profesi Polri.

Kasus pengeroyokan tersebut diketahui terjadi pada Kamis (11/12) sekitar pukul 15.45 WIB di area parkir depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Peristiwa ini pertama kali dilaporkan ke Polsek Pancoran oleh dua orang saksi.

Setibanya di lokasi kejadian, petugas menemukan dua korban, satu di antaranya meninggal dunia di tempat, sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pengusutan lebih lanjut mengungkap bahwa para terduga pelaku pengeroyokan merupakan anggota Polri aktif yang berdinas di Mabes Polri.

“Ada pun keenam tersangka tersebut merupakan anggota dari satuan pelayanan markas di Mabes Polri,” tegas Trunoyudo.

Menutup keterangannya, Trunoyudo menegaskan komitmen institusi Polri untuk menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggotanya.

“Polri tidak akan pandang bulu. Proses penegakan hukum akan dilakukan secara transparan, profesional, dan proporsional, serta memastikan seluruh pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Berita Terkait

Aksi Nyata di Tengah Kekeringan: PIJP Kembali Pasok Air Bersih dan Jerigen untuk Warga Tlanakan Pamekasan
ASKAB PSAI Pamekasan Usung Misi Kesetaraan dan Kemanusiaan Lewat Sepak Bola, Resmi Di Lantik
Ratusan Pengusaha Toko Kelontong Yogyakarta Satukan Tekad: Rukun, Tertib, dan Maju Bersama
Ayah di Sumenep Diduga Setubuhi Anak Kandung, Korban Diborgol dan Dirantai
Rp80,9 Juta Dana Aktivis Pati Ditunda Jelang Aksi, Bank Mandiri Sebut Atas Permintaan Aparat
Anak 14 Tahun Diduga Dicabuli Berulang di Giligenting, Pria 60 Tahun Diamankan Polisi
Penanganan Kasus Penangkapan Rokok Ilegal Disorot, YCPCI Tantang Bea Cukai Madura Serius Kejar DPO
Ketua DPRD Sumenep Dikabarkan Mengadu ke Anggota DPR RI soal Perkara Pokir yang Ditangani Polresta Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

Aksi Nyata di Tengah Kekeringan: PIJP Kembali Pasok Air Bersih dan Jerigen untuk Warga Tlanakan Pamekasan

Sabtu, 5 September 2026 - 08:35 WIB

ASKAB PSAI Pamekasan Usung Misi Kesetaraan dan Kemanusiaan Lewat Sepak Bola, Resmi Di Lantik

Kamis, 3 September 2026 - 00:48 WIB

Ratusan Pengusaha Toko Kelontong Yogyakarta Satukan Tekad: Rukun, Tertib, dan Maju Bersama

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Ayah di Sumenep Diduga Setubuhi Anak Kandung, Korban Diborgol dan Dirantai

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Rp80,9 Juta Dana Aktivis Pati Ditunda Jelang Aksi, Bank Mandiri Sebut Atas Permintaan Aparat

Berita Terbaru