Demo Mahasiswa Unira: Jalan ke Kediaman Bupati Pamekasan Dibangun Uang Rakyat

- Reporter

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura (UNIRA) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Pamekasan, Kamis (14/8/2025). Aksi ini berlangsung panas setelah massa memaksa masuk dan berhasil menerobos barisan pengamanan, bahkan menyegel kantor bupati.

Presiden Mahasiswa UNIRA sekaligus koordinator aksi, Izet Alfian Fatahillah, mengatakan bahwa pada momentum peringatan Kemerdekaan RI ke-80, pihaknya merasa tidak menemukan keadilan dari kebijakan yang diambil Bupati Pamekasan, Kholilurrahman.

“Bendera One Piece ini sebagai simbol perlawanan kami terhadap ketidakadilan yang dipimpin Bupati Pamekasan,” ujarnya.

Korlap aksi, Fajrul, menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur. Ia menyayangkan saat warga Pamekasan bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya, justru jalan menuju kediaman bupati diperbaiki menggunakan anggaran negara.

“Bahkan, jalan menuju kediaman istri orang nomor satu itu juga diperbaiki dengan uang rakyat,” tegasnya.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kekosongan jabatan di sejumlah dinas. Banyak posisi kepala dinas yang diisi oleh pelaksana tugas (Plt) sehingga kewenangan menjadi terbatas.

“Reformasi birokrasi belum terlihat dilakukan Bupati Pamekasan. Penyegaran birokrasi terutama pada jabatan kepala dinas yang diisi Plt masih belum dilakukan,” tambah Fajrul.

BEM UNIRA mendesak bupati segera melakukan reformasi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan, termasuk mengatasi defisit anggaran tahun 2024.

“Kami kecewa karena bupati dan sekda tidak mau menandatangani kesepakatan atas tiga tuntutan kami,” ujar Izet.

Ia menjelaskan, aksi ini merupakan kelanjutan dari audiensi sebelumnya yang tidak membuahkan hasil. Menurutnya, meski bupati dan sekda sempat berjanji akan menindaklanjuti, tidak ada perkembangan berarti.

“Kami akan datang lagi sampai tuntutan kami terpenuhi untuk mengawal kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menemui para demonstran dan menyatakan komitmennya untuk memenuhi tuntutan mahasiswa.

“Kami sudah melakukan langkah perbaikan, tapi semua butuh proses. Termasuk reformasi birokrasi, kami sudah menjalankan tahapannya,” ujar Kholilurrahman. (*)

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Wafat, Megawati Dalam Perjalanan dari Sulsel ke Jakarta
Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Purbaya Dicopot, Pernyataan Noel soal “Anjing Liar” Kembali Mengemuka
Rp80,9 Juta Dana Aktivis Pati Ditunda Jelang Aksi, Bank Mandiri Sebut Atas Permintaan Aparat
AMPD Tagih Klarifikasi Kemenag, Diamnya Pemerintah Dinilai Perpanjang Polemik Pengisian Jabatan Strategis
Naik Status Jadi Polresta, Kombes Ariek Tegaskan Tak Berkaitan dengan Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep
Pererat Kemitraan, Kapolresta Sumenep Sambangi Kantor SMSI
Jabatan Strategis di Pamekasan Dibiarkan Kosong, Formatur: Ini Adalah Latihan Drama Monolog yang Dibiayai Negara

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 04:32 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat, Megawati Dalam Perjalanan dari Sulsel ke Jakarta

Sabtu, 26 September 2026 - 04:18 WIB

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 01:53 WIB

Purbaya Dicopot, Pernyataan Noel soal “Anjing Liar” Kembali Mengemuka

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Rp80,9 Juta Dana Aktivis Pati Ditunda Jelang Aksi, Bank Mandiri Sebut Atas Permintaan Aparat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:42 WIB

AMPD Tagih Klarifikasi Kemenag, Diamnya Pemerintah Dinilai Perpanjang Polemik Pengisian Jabatan Strategis

Berita Terbaru